Kemenperin Perkuat Peran IKM dalam Ekosistem Kendaraan Listrik, Dorong TKDN dan Transisi Energi Nasional

Kemenperin Perkuat Peran IKM dalam Ekosistem Kendaraan Listrik, Dorong TKDN dan Transisi Energi Nasional
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional dengan memperkuat keterlibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mengakselerasi pengembangan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) nasional dengan memperkuat keterlibatan Industri Kecil dan Menengah (IKM) dalam rantai pasok industri kendaraan listrik.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sekaligus memperkuat daya saing industri manufaktur nasional yang berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia tidak hanya bergantung pada investasi industri besar, tetapi juga harus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku IKM untuk berpartisipasi dalam rantai pasok nasional.

“Pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional harus mampu memberikan manfaat yang luas bagi industri dalam negeri. Karena itu, kami terus memperkuat kemitraan antara IKM komponen otomotif dengan pelaku industri kendaraan listrik agar semakin banyak produk dan komponen lokal yang dapat terserap dalam proses produksi kendaraan listrik di Indonesia,” kata Agus Gumiwang dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Menurutnya, pertumbuhan industri kendaraan listrik yang semakin pesat harus diiringi dengan penguatan industri komponen dalam negeri guna mendukung target peningkatan TKDN serta memperkuat kemandirian industri nasional.

Bacaan Lainnya

Menperin menilai sektor kendaraan listrik memiliki peran penting dalam mendukung transformasi industri Indonesia menuju ekonomi hijau dan energi bersih.

“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih. Selain itu, langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah dan kandungan produksi dalam negeri,” ujarnya.

Melalui keterlibatan IKM, pemerintah berharap manfaat ekonomi dari perkembangan industri kendaraan listrik dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku usaha nasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) mempertemukan Agen Pemegang Merek (APM) kendaraan listrik dengan para pelaku IKM komponen otomotif melalui kegiatan temu bisnis.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai sektor kendaraan listrik mulai dari roda dua, roda tiga, roda empat, hingga bus dan truk listrik.

Melalui forum ini, para pelaku IKM mendapatkan kesempatan untuk memahami kebutuhan industri, standar kualitas yang dipersyaratkan, serta peluang pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar kendaraan listrik.

BACA JUGA: Beli Yamaha NMAX Turbo Neo S 2026, Manfaatkan Kesempatan Menjadi Milyader Yamaha

“Untuk mencapai target TKDN kendaraan listrik yang lebih besar, diperlukan partisipasi yang semakin luas dari industri komponen lokal, termasuk IKM. Kolaborasi antara industri besar dan IKM menjadi faktor penting dalam membangun industri kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan,” tambah Agus.

Direktur Jenderal IKMA, Reni Yanita, menyampaikan bahwa perkembangan kendaraan listrik di Indonesia membuka peluang besar bagi pelaku IKM untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas pasar.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai pada kuartal pertama 2026 mencapai 33.150 unit atau meningkat 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, populasi bus listrik hingga April 2026 mencapai 798 unit. Adapun populasi motor listrik pada Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit atau sekitar 65 persen dari total kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh semakin luasnya infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik.

Hingga April 2026, PT PLN (Persero) telah mengoperasikan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.

Untuk sektor kendaraan listrik roda dua, kegiatan temu bisnis digelar di Kota Bekasi pada 7 Mei 2026 bekerja sama dengan Polytron dan diikuti 60 pelaku IKM komponen alat angkut.

Dari kegiatan tersebut, terbuka peluang kerja sama antara Polytron dengan sejumlah asosiasi industri seperti Perkumpulan Industri Elektronik Logam dan Otomotif Tegal (PIELLOT), Perkumpulan Industri Kecil Menengah Komponen Otomotif (PIKKO), serta Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK).

Kemitraan tersebut mencakup penyediaan berbagai komponen seperti jok motor, housing plastik, mold and dies stamping, serta komponen pendukung lainnya.

Selain itu, PT Pindad (Persero) yang menjadi pelaksana utama Proyek Strategis Nasional Mobil Nasional juga melakukan penjajakan kerja sama dengan sejumlah IKM komponen otomotif.

Sementara untuk sektor kendaraan listrik roda empat, bus, dan truk listrik, kegiatan temu bisnis digelar di Kabupaten Bekasi pada 22 Mei 2026 bekerja sama dengan PT SGMW Motor Indonesia dan PT VKTR Teknologi Mobilitas.

Selain memfasilitasi kemitraan bisnis, Ditjen IKMA juga aktif meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program pelatihan perbengkelan kendaraan listrik roda dua dan kendaraan listrik multiguna.

BACA JUGA: BYD Tech Culture Fest 2026 Hadir di Medan, Perkenalkan Teknologi Mobil Listrik dan Hybrid Terdepan kepada Masyarakat

Pelatihan tersebut mencakup pengenalan komponen kendaraan listrik, analisis kerusakan, perawatan, praktik service maintenance, hingga penerapan standar keselamatan kerja.

“Temu bisnis ini merupakan jembatan konkret bagi IKM komponen alat angkut dalam negeri agar mampu masuk ke dalam rantai pasok industri kendaraan listrik domestik maupun global. Kami ingin memastikan IKM lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian penting dalam penyediaan komponen berkualitas bagi industri kendaraan listrik nasional,” tegas Reni Yanita.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis industri kendaraan listrik Indonesia akan semakin berkembang dan menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung agenda transisi energi, ekonomi hijau, serta kemandirian industri otomotif nasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait