KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia memperkuat promosi wisata selam Tanah Air melalui partisipasi aktif dalam Asia Dive Expo 2026 yang digelar di Suntec Singapore Convention & Exhibition Centre pada 10–12 April 2026.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar, Ni Made Ayu Marthini, menyebut ajang ini sebagai pameran dan konferensi selam terbesar di Asia Pasifik yang menghadirkan lebih dari 100 exhibitor dan menarik sekitar 15.000 pengunjung dari berbagai negara.
“Partisipasi Indonesia sejalan dengan transformasi menuju quality tourism, yang menitikberatkan pada pengalaman berkualitas dan berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Dalam pameran tersebut, Indonesia menghadirkan Paviliun Wonderful Indonesia seluas 54 meter persegi dengan melibatkan delapan pelaku industri wisata selam, mulai dari operator liveaboard hingga dive resort.
Destinasi unggulan yang dipromosikan antara lain Raja Ampat, Labuan Bajo, Bali, Lombok, Lembeh, Maratua, hingga Ambon.
Keberagaman destinasi ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kekayaan bawah laut kelas dunia.
Partisipasi Garuda Indonesia dalam paviliun turut mendukung promosi melalui penyediaan informasi aksesibilitas serta penawaran harga khusus bagi wisatawan.
BACA JUGA: Menpar Widiyanti Percepat Pengembangan 3A dan Sinkronisasi Master Plan di Danau Toba
Hal ini memberikan kemudahan bagi pengunjung internasional dalam merencanakan perjalanan wisata bahari ke Indonesia.
Dalam ajang bergengsi tersebut, Indonesia juga mencatat prestasi dengan meraih penghargaan “Island Tourism of The Year” pada Blue Legacy Awards 2026.
Selain itu, Indonesia dipercaya sebagai Official ADEX Dive Destination Partner dan Official ADEX Bag Sponsor, yang semakin memperkuat eksposur global brand Wonderful Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Statistik, sebanyak 43,32 persen wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia melakukan aktivitas wisata bahari.
Hal ini menunjukkan besarnya kontribusi sektor ini terhadap pertumbuhan pariwisata nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar global.
Partisipasi Indonesia dalam ADEX 2026 juga menghasilkan potensi transaksi sekitar Rp7 miliar serta peluang tambahan kunjungan sekitar 500 wisatawan mancanegara.
“Wisata selam merupakan segmen quality tourist dengan tingkat pengeluaran tinggi, sehingga memberikan dampak ekonomi signifikan,” jelas Ni Made Ayu Marthini.
Dengan keunggulan berada di kawasan Coral Triangle, Indonesia memiliki daya tarik luar biasa bagi pecinta wisata bahari.
Ke depan, Kemenpar optimistis partisipasi dalam ajang internasional seperti ADEX akan terus meningkatkan kesadaran global terhadap potensi wisata bahari Indonesia.
“Indonesia berkomitmen menghadirkan pengalaman wisata yang berkelas, berkesan, dan berkelanjutan bagi wisatawan dunia,” pungkasnya. (KSC)
TIM REDAKSI





