KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pertumbuhan industri gim nasional sebagai salah satu motor ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan akses pasar dalam negeri dan internasional, termasuk kampanye nasional hingga promosi lintas negara.
Komitmen ini disampaikan Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri saat membuka LapakGaming Battle Arena Series 3 di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Acara ini turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam serta Direktur BUKA Group Victor Putra Lesmana.
Wamendag Roro menyampaikan, Kemendag aktif memperkuat akses pasar gim buatan Indonesia melalui berbagai program strategis. Di pasar domestik, dukungan dilakukan lewat kampanye Ayo Hari Game Indonesia (Hargai) 2024, Indonesian Games Week, dan partisipasi pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025.
Sementara untuk pasar global, Kemendag memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan RI di berbagai negara guna membuka peluang ekspor gim nasional.
“Gim merupakan komoditas kreatif yang mampu menggerakkan berbagai subsektor ekonomi sekaligus membuka peluang ekspor berbasis kekayaan intelektual Indonesia,” ujar Wamendag Roro.
Menurut Wamendag Roro, industri gim memiliki rantai nilai ekonomi yang panjang. Monetisasi tidak hanya berasal dari penjualan gim atau top up, tetapi juga mencakup merchandise, komik, animasi, hingga kolaborasi dengan UMKM dan sektor ritel.
Ia juga mengungkapkan potensi besar pasar gim nasional. Nilai pasar gim Indonesia diperkirakan mencapai USD 2,5 miliar. Data Agate Whitepaper 2025 mencatat Indonesia sebagai negara ketiga terbesar dunia dari sisi jumlah unduhan gim, dengan lebih dari 192 juta gamer, atau sekitar 43 persen dari total gamer Asia Tenggara.
BACA JUGA: Pegadaian Umumkan Pemenang Badai Emas Periode II dan Grand Prize 2025
Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dinikmati pengembang lokal. Saat ini, gim asing masih mendominasi pasar Indonesia.
Wamendag Roro menegaskan, tantangan utama pengembang gim nasional bukan terletak pada kualitas atau kreativitas, melainkan pada akses etalase digital, visibilitas, distribusi, serta mekanisme monetisasi yang sesuai dengan karakter konsumen Indonesia.
Karena itu, pembangunan jalur monetisasi yang konkret dan inklusif dinilai penting untuk menjembatani antusiasme gamer dengan transaksi ekonomi yang berkelanjutan.
Kegiatan LapakGaming Battle Arena Series 3 dinilai memiliki peran strategis dalam membangun infrastruktur pasar gim lokal. Ajang ini menjadi ruang temu antara pengembang, platform, komunitas, dan konsumen, sekaligus sarana memperluas jejaring dan meningkatkan eksposur produk gim Indonesia.
“Tugas kita ke depan bukan hanya menciptakan gim berkualitas, tetapi memastikan potensi pasar benar-benar terkonversi menjadi nilai ekonomi bagi pengembang gim nasional,” tegas Wamendag Roro.
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengapresiasi penyelenggaraan acara ini sebagai cerminan ekosistem gim Indonesia yang dinamis. Dukungan juga diwujudkan melalui kehadiran Booth Games from Indonesia yang menampilkan 12 gim lokal hasil kurasi, sebagai sarana promosi langsung kepada komunitas gamer.
BACA JUGA: JNE Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Indonesia Best Halal Awards 2026
Sementara itu, Direktur BUKA Group Victor Putra Lesmana menegaskan komitmen pihaknya untuk mendukung industri gim nasional yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi talenta muda Indonesia.
Perwakilan Game Dev Jakarta, Jouza Muhammad Akbar Pahlawan, berharap dukungan pemerintah dan platform digital tidak hanya dalam bentuk pembiayaan, tetapi juga fasilitas, ruang promosi, dan kebijakan yang berpihak pada pengembang lokal.
Pada acara tersebut, Wamendag Roro didampingi Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kemendag Dwinanto Rumpoko. Turut hadir CEO Gaming BUKA Group Prasetya Setiawan dan Ketua Umum AGI Shafiq Husein. (KSC)
TIM REDAKSI







