Kemeja Batik Sutra Koruptor Laku Rp 2,6 Juta di Lelang KPK, Total Uang Terkumpul Hampir Rp 3 Miliar

Kemeja Batik Sutra Koruptor Laku Rp 2,6 Juta di Lelang KPK, Total Uang Terkumpul Hampir Rp 3 Miliar
KPK melelang kemeja sutera dengan harga limit Rp 5.700 di Rupbasan, Jakarta Timur. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melelang barang rampasan dari para koruptor. Salah satu barang yang mencuri perhatian publik adalah sebuah kemeja batik lengan panjang berbahan sutra, yang berasal dari kasus korupsi di Perum Perhutani. Meski dibuka dengan harga limit hanya Rp 5.700, kemeja tersebut laku terjual dengan harga fantastis Rp 2,6 juta dalam lelang yang digelar Rabu (17/9/2025) oleh KPKNL Jakarta III.

“Batik itu sekitar Rp 2 jutaan. Rp 2,6 juta ya,” ungkap Muhammad Firmansyah, Pejabat Lelang Ahli Muda KPKNL Jakarta III, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.

Selain kemeja batik, barang yang paling mahal terjual dalam lelang hari ini adalah sebuah apartemen Soho di kawasan Cawang, Jakarta, dengan harga akhir Rp 1,7 miliar.

Dari total 45 lot barang yang dilelang, sebanyak 29 lot berhasil terjual, sedangkan 16 lot sisanya belum laku dan akan dilelang ulang pada 10 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia.

Firmansyah menyebutkan, total hasil lelang hari ini mencapai Rp 2.934.000.000 atau hampir Rp 3 miliar.

BACA JUGA: Siapa Para Koruptor di Balik Aksi “Indonesia Gelap” dan Tagar #Kaburajadulu?

“Insya Allah ini masih data kasar ya. Jadi sekitar Rp 2,934 miliar,” ujar Firmansyah.

Barang-barang rampasan yang dilelang hari ini berasal dari 27 perkara tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap. Salah satu barang yang dilelang adalah milik eks Kepala Bea Cukai Yogyakarta, Eko Darmanto.

Bacaan Lainnya

Secara keseluruhan, terdapat 83 lot barang yang dibagi menjadi: 42 lot barang tidak bergerak: tanah, bangunan, dan apartemen. 41 lot barang bergerak: mobil, motor, tas branded, baju, emas, robot, hingga barang bukti elektronik seperti iPhone.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, harga limit barang sangat bervariasi: Paling murah: kemeja sutra seharga Rp 5.700 dan Paling mahal: tanah dan bangunan seluas 13.065 m² di Kabupaten Bogor, dengan harga limit Rp 60,7 miliar.

Barang lain yang turut dilelang termasuk: 23cunit handphone (barang bukti elektronik) dengan harga limit mulai Rp 16 juta dan  Gelang emas berbentuk naga dengan harga limit Rp 67 juta.

KPK bekerja sama dengan berbagai Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di seluruh Indonesia, antara lain: Jakarta (46 lot), Bogor (10 lot), Samarinda (10 lot) dan Bandung, Tangerang, Bekasi, Cirebon, Denpasar, Lahat, Pekanbaru, dan Purwokerto.

BACA JUGA: Prabowo Bantah akan Memaafkan Koruptor

Budi Prasetyo menegaskan bahwa pemberantasan korupsi tak berhenti pada hukuman badan, namun juga pemulihan kerugian negara.

“KPK mengajak masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Selain bisa mendapatkan barang-barang berkualitas dengan harga menarik, partisipasi aktif masyarakat juga berkontribusi langsung pada pemulihan keuangan negara,” tutup Budi. (KSC)

Pos terkait