Kejar Kualitas, Pemerintah Luncurkan Dana Abadi Perguruan Tinggi

Kejar Kualitas, Pemerintah Luncurkan Dana Abadi Perguruan Tinggi
Calon mahasiswa mengikuti ujian masuk berbasis komputer di UGM, Yogyakarta, Minggu (26/6). Dana abadi diharapkan meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi. (Foto: UGM)

Kecilnya jumlah dana pendidikan yang dimiliki oleh institusi pendidikan tinggi di Indonesia membuat pemerintah berupaya untuk meningkatkan besaran dana tersebut untuk agar kualitas pendidikan di dalam negeri semakin berkembang.

YOGYAKARTA | kliksumut.com Melihat masih kurangnya jumlah dana pendidikan yang dimiliki oleh institusi perguruan tinggi di Indonesia, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenristekdikbud) meluncurkan program Dana Abadi Perguruan Tinggi untuk mendokrak besaran anggaran yang didapat oleh perguruan tinggi di tanah air.

Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan fasilitas pengajaran maupun penelitian yang dapat disediakan oleh para perguruan tinggi. Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya akan mendorong para universitas untuk dapat mengelola dana yang diberikan melalui program tersebut secara mandiri.

BACA JUGA: BEI Apresiasi Pasar Modal dan Perguruan Tinggi

“Kita ingin mendorong para PTN-BH untuk memiliki dana abadi secara mandiri dan belajar caranya mengelola dana abadi, seperti di seluruh universitas world class di dunia. (Perguruan tinggi juga didorong) untuk meningkatkan pendapatan di luar bantuan pemerintah, kontribusi alumni, kontribusi swasta dari korporasi dan lain-lain,” kata Nadiem.

Dalam pemaparannya, Nadiem menjelaskan bahwa rata-rata perguruan tinggi di Indonesia hanya membelanjakan dana sebesar $2,000 untuk satu mahasiswa per tahun. Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan dengan Singapura yang membelanjakan dana sebesar $15,000 dan Amerika Serikat yang pengeluarannya mencapai $23,000.

Pos terkait