KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengantongi sejumlah nama Perwira Tinggi (Pati) Polri yang dinilai memenuhi syarat untuk menduduki jabatan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri). Nama-nama tersebut rencananya akan segera diserahkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk dipilih satu sebagai pengganti Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri.
“Pastinya yang terpilih nantinya adalah Pati Polri yang berdedikasi dan berintegritas untuk bisa menggantikan Wakapolri yang lama, Pak Dofiri,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Sandi Nugroho kepada wartawan, Jumat (18/7/2025).
Sandi juga meminta publik untuk bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Polri. Ia menegaskan bahwa proses pemilihan sosok Wakapolri dilakukan dengan sangat hati-hati dan mempertimbangkan berbagai aspek penting.
BACA JUGA: Kapolri Mutasi Sejumlah Kapolres dan Pamen di Polda Sumut, Ini Daftar Lengkapnya
Komjen Ahmad Dofiri Resmi Purna Tugas
Posisi Wakapolri saat ini sedang lowong pasca purna tugasnya Komjen Ahmad Dofiri. Ia resmi mengakhiri masa dinas sebagai anggota Polri usai genap berusia 58 tahun pada 4 Juni 2025, sesuai batas usia pensiun.
Upacara serah terima tugas dan tanggung jawab jabatan Wakapolri telah digelar secara khidmat di Mabes Polri pada Senin, 30 Juni 2025. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri jajaran perwira tinggi serta pengurus Bhayangkari.
Tampak hadir dalam acara itu sejumlah Pati bintang tiga, di antaranya:
- Komjen Pol. Imam Widodo (Dankorbrimob Polri)
- Komjen Pol. Dedi Prasetyo (Irwasum Polri)
- Komjen Pol. Chrysnanda Dwilaksana (Kalemdiklat Polri)
- Komjen Pol. Wahyu Widada (Kabareskrim Polri)
- Komjen Pol. Akhmad Wiyagus (Asops Kapolri)
- Komjen Pol. Mohammad Fadil Imran (Kabaharkam Polri)
Kehadiran para perwira tinggi ini semakin memperkuat spekulasi bahwa salah satu dari mereka berpotensi menjadi Wakapolri selanjutnya. Nama-nama tersebut dianggap memiliki rekam jejak dan pengalaman panjang di tubuh Polri.
Rekam Jejak Gemilang Komjen Dofiri
Komjen Pol. Ahmad Dofiri bukan sosok asing di kalangan internal Kepolisian. Sejak dilantik sebagai Wakapolri pada 13 November 2024, ia dikenal sebagai figur tenang, tegas, dan sangat memahami dinamika internal organisasi.
Sebelum menjabat sebagai Wakapolri, Dofiri pernah menduduki posisi strategis sebagai Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri dan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam). Pengalamannya yang luas menjadikan dirinya sosok yang dihormati di lingkungan Polri.
Selama menjabat Wakapolri, Dofiri dikenal mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif, memperkuat sinergi internal, serta menjadi jembatan koordinasi antara pimpinan Polri dan jajaran di bawah.
Publik Menanti Sosok Pengganti
Dengan kosongnya kursi Wakapolri, spekulasi mengenai siapa penggantinya semakin menguat. Apalagi, posisi tersebut sangat strategis dalam mendukung tugas-tugas Kapolri dalam memimpin institusi Polri.
Kriteria calon Wakapolri tidak hanya dilihat dari senioritas, tapi juga rekam jejak, integritas, serta kemampuan manajerial dan komunikasi publik. Mengingat tantangan Polri yang semakin kompleks di tengah dinamika sosial dan politik nasional, sosok Wakapolri yang baru harus mampu menjawab kebutuhan reformasi internal dan memperkuat kepercayaan publik.
BACA JUGA: Kapolri Mau Jadikan Band Sukatani Duta Polri Usai Polemik Lagu “Bayar, Bayar, Bayar”
Siapa yang Akan Dipilih Presiden?
Sesuai prosedur, Kapolri akan menyampaikan beberapa nama calon Wakapolri kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai pemegang hak prerogatif. Presiden akan memilih satu nama terbaik berdasarkan rekomendasi Kapolri dan masukan dari berbagai pihak.
Proses ini dipastikan berjalan transparan dan profesional demi menjaga kredibilitas institusi Polri ke depan. Masyarakat pun menaruh harapan besar pada pemilihan Wakapolri baru yang mampu melanjutkan kinerja baik Komjen Ahmad Dofiri.
Dengan telah dikantonginya nama-nama calon oleh Kapolri, publik kini menanti keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam menentukan Wakapolri baru. Siapapun yang terpilih, diharapkan dapat menjadi figur penyeimbang di tubuh Polri, menjaga stabilitas internal, dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat. (KSC)








