KLIKSUMUT.COM – Sub-unit unik dari grup idola JKT48, yakni JKT48 Band, pernah menjadi warna berbeda dalam industri hiburan Tanah Air. Dibentuk sebagai proyek “Live Band”, perjalanan mereka penuh dinamika—mulai dari debut penuh kejutan hingga akhirnya memasuki masa hiatus.
JKT48 Band resmi dibentuk pada 31 Oktober 2015, diinisiasi oleh Jeje Slebew. Penampilan perdana mereka dilakukan dalam acara Halloween Night Handshake Festival, setelah menjalani latihan secara diam-diam selama tiga bulan.
Pada momen tersebut, mereka membawakan lagu Majisuka Rock ‘n’ Roll dan Heavy Rotation dalam versi live band, yang langsung mencuri perhatian para penggemar.
Di akhir acara handshake tersebut, diumumkan bahwa anggota JKT48 Band akan mendapatkan pelatihan khusus di bawah bimbingan Ahmad Dhani School of Rock, menandai keseriusan proyek ini dalam menghadirkan kualitas musik yang berbeda dari konsep idol pada umumnya.
BACA JUGA: JKT48 Dangdut, Eksplorasi Musik Lokal yang Pernah Mengguncang Industri Idol Indonesia
Perjalanan JKT48 Band tidak lepas dari perubahan anggota. Pada 11 September 2016, dalam event handshake single ke-13 “Hanya Lihat ke Depan” di Menara 165, Desy Genoveva resmi bergabung menggantikan Dhike JKT48 yang telah lulus.
Seiring waktu, beberapa anggota penting seperti Veranda JKT48 dan Jeje juga mengakhiri perjalanan mereka di JKT48. Hal ini mendorong diadakannya audisi khusus bertajuk “JKT48 Band & Dangdut Audition” pada 21 Juni 2017 di Teater JKT48.
Dari audisi tersebut, terpilih dua anggota baru: Yuriva JKT48 sebagai vokalis dan Acha JKT48 sebagai drummer. Sementara itu, Kinal JKT48 beralih posisi menjadi bassis, menggantikan Veranda yang telah lulus sebelumnya.
Seiring berjalannya waktu, aktivitas JKT48 Band semakin meredup. Setelah Desy mengumumkan kelulusannya, hanya tersisa Gabriela Margareth Warouw sebagai anggota terakhir.
BACA JUGA: Gulali JKT48: Sub-Unit Ikonik yang Lahir dari Ide Fans dan Berakhir Tanpa Pengumuman
Dengan rencana kelulusan Gaby, sub-unit ini praktis kehilangan seluruh personelnya. Tanpa pengumuman resmi yang besar, JKT48 Band pun dipastikan memasuki masa hiatus dan berujung pada pembubaran secara tidak langsung.
Meski tak lagi aktif, JKT48 Band meninggalkan jejak sebagai eksperimen berani dalam dunia idol Indonesia—menggabungkan konsep girl group dengan performa live band yang autentik.
Bagi penggemar, JKT48 Band bukan sekadar sub-unit, melainkan simbol eksplorasi musikal yang jarang terjadi di dunia idol—dan mungkin akan selalu dikenang sebagai salah satu era paling unik dalam sejarah JKT48. (KSC)
TIM REDAKSI








