KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan Selasa (30/6/2026). Gelombang aksi jual yang melanda saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) membuat IHSG merosot 2,68 persen hingga kembali menembus ke bawah level psikologis 5.700.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 11.00 WIB, IHSG berada di posisi 5.665,079, turun 155,711 poin atau 2,68 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan terjadi hampir di seluruh sektor utama, mulai dari perbankan, pertambangan, telekomunikasi, otomotif, hingga sektor konsumer. Aksi jual yang masif terhadap saham-saham unggulan menjadi penyebab utama tekanan terhadap indeks.
BACA JUGA: Haji Isam Borong 6,83 Miliar Saham PACK, Nilai Investasi Melonjak Jadi Rp2,31 Triliun dalam Sehari
Saham Perbankan Kompak Melemah
Kelompok saham perbankan yang selama ini menjadi penopang utama IHSG mengalami koreksi signifikan.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu saham yang paling banyak dilepas investor dengan penurunan 3,80 persen ke level Rp5.700.
Sementara itu, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 2,46 persen menjadi Rp2.770, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang melemah 1,78 persen ke Rp3.870, serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang terkoreksi 1,53 persen menjadi Rp3.210.
Saham Tambang Ikut Tertekan
Tekanan juga melanda sektor pertambangan. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) turun 1,32 persen, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) melemah 1,72 persen, sedangkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) terkoreksi 2,94 persen.
Koreksi yang lebih dalam dialami PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang anjlok 4,56 persen. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 2,27 persen, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 3,64 persen, sementara PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) turun 2,20 persen.
Telekomunikasi, Otomotif hingga Konsumer Tak Luput dari Aksi Jual
Di sektor telekomunikasi, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melemah 1,24 persen ke level Rp2.380.
Sementara itu, sektor otomotif juga mengalami tekanan cukup besar. Saham PT Astra International Tbk (ASII) menjadi salah satu yang mencatat pelemahan terdalam setelah merosot 4,46 persen ke kisaran Rp4.500.
Aksi jual juga terjadi pada sejumlah saham unggulan lainnya seperti PT United Tractors Tbk (UNTR) yang turun 1,88 persen, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,27 persen, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) turun 1,92 persen, serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 1,26 persen.
Selain itu, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melemah 2,81 persen, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) turun 2,11 persen, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) terkoreksi 2,35 persen.
Hanya Segelintir Saham Bertahan di Zona Hijau
Di tengah dominasi pelemahan, hanya beberapa saham berkapitalisasi besar yang masih mampu mencatatkan kenaikan.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 0,56 persen, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 0,76 persen, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) bertambah 1,13 persen, serta PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menguat 1,06 persen.
Mayoritas Saham Merah, Kapitalisasi Pasar Susut
IHSG sebenarnya dibuka di level 5.801,454 dan sempat menyentuh posisi tertinggi 5.811,669. Namun tekanan jual terus meningkat hingga indeks menyentuh level terendah 5.638,574 sebelum bergerak di kisaran 5.665 menjelang akhir sesi pertama.
BACA JUGA: Saham BUMI Meroket 32% Usai Akuisisi Tambang Emas WFL, Transaksi Capai Rp 5,29 Triliun
Dominasi saham yang berada di zona merah juga mencerminkan sentimen negatif pasar. Sebanyak 587 saham mengalami penurunan, 86 saham menguat, sementara 116 saham bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 10,411 miliar saham, nilai transaksi sebesar Rp6,321 triliun, serta frekuensi perdagangan mencapai 742.021 kali.
Menjelang penutupan sesi pertama perdagangan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia menyusut menjadi sekitar Rp9.937,2 triliun, seiring derasnya aksi jual investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar. (KSC)








