HMI Cabang Medan Minta Kapolda Baru Sumatera Utara Selesaikan PR, Kejahatan Jalanan dan Narkoba

HMI Cabang Medan Minta Kapolda Baru Sumatera Utara Selesaikan PR, Kejahatan Jalanan dan Narkoba
Bendahara Umum HMI Cabang Medan, Mhd. Fathurrachman

MEDAN | kliksumut.com Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Cabang Medan meminta Kapala Kepolisian Daerah (Kapolda) baru Sumatera Utara (Sumut) meminta harus menyelesaikan perkerjaan rumah (PR) terkait dengan resahnya warga atau masyarakat Sumatera Utara atas kejahatan jalanan seperti begal yang diawali dengan maraknya gang motor dan banyaknya peredaran narkoba di Sumatera Utara.

“Kapolda Baru Sumatera Utara harus bisa menyelesikan tugasnya atau PR terkait maraknya geng motor yang seringkali mengarah pada perbuatan kriminal hingga kejahatan di Kota Medan, Sumatra Utara, bahkan menuai kritik sejumlah pihak. Kritik tersebut buntut keresahan masyarakat akan tindakan geng motor yang kerap menjurus pada kejahatan begal yang belakangan menelan korban harta dan jiwa,” jelas Bendahara Umum HMI Cabang Medan, Mhd. Fathurrachman, Kamis (27/7/2023).

BACA JUGA: HmI Cabang Medan Meminta Bobby Nasution Tidak Mengeluarkan Penyataan Yang Membuat Gaduh Kota Medan

Fathurrachman juga menduga maraknya penyalahgunaan narkoba, dan kecanduan judi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kejamnya geng motor dan kejahatan begal saat ini. Pasalnya, geng motor di Kota Medan sudah ada sejak tahun 70an, namun belum ada yang berujung pada perbuatan kriminal dan begal.

“Kalau dulu lebih pada status sosial di masyarakat, yang sekarang justru lebih destruktif dan malah menjurus kriminal. Salah satu faktor yang sangat erat adalah makin tinggi pengaruh narkoba, dan kecanduan Judi,” katanya kepada jurnalis melalui telepon selulernya, Kamis (27/7/2023).

Apalagi, lanjut Fathurrachman, tingkat peredaran narkoba di Sumatera Utara merupakan yang terbesar di Indonesia. Catatan Badan Narkotika Nasional (BNN) kawasan rawan narkoba di Sumut terbanyak se-Indonesia, yaitu 1.192 kawasan, disusul Jawa Timur 1.162 kawasan dan Lampung 903 kawasan.

Kemudian Menurut Fathurrachman, Sumatera Utara menduduki posisi teratas kasus perjudian paling banyak ditindak, yakni sebanyak 134 kasus. Jumlah ini setara 14,8% dari total kasus perjudian nasional.

“Sumut angka preferensi narkoba dan perjudiannya paling tinggi di Indonesia, provinsi paling tidak aman nomor 1 itu Indonesia. Artinya hubungan kausalitas antara pelaku tindakan kriminal dengan narkoba, dan perjudian pasti punya hubungan sebab-akibat,” jelasnya.

Bahkan, sudah menjadi rahasia umum di kalangan masyarakat di Kota Medan akan mudahnya mendapatkan narkoba dengan harga yang terbilang ramah di kantong, dan mudahnya mengakses perjudian offline ataupun online. Sehingga, tingginya peredaran narkotika dan perjudian di Kota Medan memunculkan perbuatan kriminal yang dimotori oleh komunitas geng motor hingga berujung menjadi seorang begal.

“Fenomena yang muncul adalah tindakan pembegalan, penyalahgunaan narkoba dan kecanduan judi yang Sangat tinggi di lakukan oleh kelompok geng motor dan Pemuda,” kata Fathurrachman.

Ia melanjutkan, generasi muda yang ikut geng motor maupun begal juga bisa disebut sebagai korban, terutama dari penyalahgunaan narkotika, obat terlarang dan kecanduan judi tersebut. Hanya saja, yang sering ditangkap polisi sejauh ini selalu pengguna, kurir, kaki tangan perjudian bukan bandar atau otak pelaku peredaran narkoba dan bukan pemodal dari judi tersebut.

“Inikan mereka korban sebenarnya, korban penyalahgunaan narkotika, bandar dan pemodal judi tidak pernah disentuh ya. Misalnya pelakunya orang dalam semua, kemudian oknum polisi juga bisa menjadi pengedar narkoba dan ikut juga dalam kasus suap pengamanan bisnis judi,” kata Fathurrachman mencontohkan kasus peredaran narkoba dan maraknya judi yang ada di Indonesia.

Ia lantas mengingatkan peran Aparat Kepolisian, terutama beban berat yang gi pikul oleh Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi bukan meragukan kepemimpinan beliau tapi sesuai fakta harini yang dilihat oleh masyarakat Sumut khususnya kota Medan Jabatan Kapolda Sumut Hanya sebagai tahta kekuasan saja terbukti sampai saat ini Sumut adalah salah satu Provinsi yang sangat tinggi bahkan nomor 1 di Indonesia tingkat kriminal, Penyalahgunaan narkoba dan perjudian dan hal inilah yang membuat masyarakat Sumatera Utara khususnya Kota Medan minim kepercayaan kepada aparat penegak hukum terutama pihak Kepolisian Sumatera Utara.

BACA JUGA: HMI Cabang Medan Minta Kejati Sumut Harus Cepat Mengusut Tuntas Proyek “Lampu Pocong” karena “Pocong Lagi Kedinginan”

“Memberantas penyalahgunaan narkoba, perjudian hingga menyebabkan seseorang nekat menghabisi nyawa orang lain sebenarnya bukan hal yang sulit, semua itu sekarang ada dan hidup berdampingan dengan kita, tinggal bagaimana aparat penegak hukum terutama Kepolisan Sumatera Utara menindak tegasnya, karena banyak masyarakat yang menduga fenomena yang marak terjadi ini seperti ada proses pembiaran dan pihak Kepolisian juga ikut melindungi para bandar Narkoba, pemodal judi demi keuntungan pribadi oknum aparat Kepolisan yang tidak bertanggung jawab khususnya Kepolisian Sumatera Utara sesuai dengan berita – berita Nasional yang direkam oleh masyarakat,” Ujar Fathurrachman.

Fathurrachman mengingatkan pemerintah dan aparat Kepolisian Sumatera yang baru saja di Pimpin oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi untuk mengkaji mendalam, mengatasi dan menindak tegas oknum yang menyebabkan permasalahan maraknya penyalahgunaan narkoba, perjudian sehingga merujuk kepada kejamnya geng motor dan begal untuk bisa menciptakan mimpi Sumatera Utara Khususnya Kota Medan menjadi kota yang aman, nyaman dan tentram.

“Oleh karena itu kami HMI Cabang Medan, saya Mhd. Fathurrachman selaku Bendahara Umum HMI Cabang Medan menyorot khusus kinerja aparat Kepolisian Sumatera Utara bisa apa?? yang hari ini di Nahkodai Oleh Bapak Irjen Agung Setya Imam Effendi,” sebut Fathurrachma dengan lantang dalam keriktik kinerja Polda Sumatera Utara. (Red/tim)

Bacaan Lainnya

Pos terkait