Heroik! Pekerja IT Pertamina Terobos Banjir 3 Meter Demi Pulihkan Komunikasi di Rantau Field

Heroik! Pekerja IT Pertamina Terobos Banjir 3 Meter Demi Pulihkan Komunikasi di Rantau Field
Keberanian dan pengabdian Mas Baron, membuktikan pahlawan bisa lahir dari balik layar teknologi. (foto: kliksumut.com/dody ariandi)

KLIKSUMUT.COM | ACEH TAMIANG – Di balik hiruk-pikuk helikopter yang menyalurkan bantuan sembako dan mengevakuasi warga terdampak banjir bandang di Kompleks Pertamina EP Rantau Field, tersimpan kisah heroik seorang pekerja IT Pertamina EP Pangkalan Susu Field, Edi Syahroni, atau yang akrab disapa Mas Baron.

Sehari-hari, Baron dikenal sebagai sosok tenang yang bekerja di balik layar, mengelola sistem teknologi informasi. Namun saat banjir bandang melanda Aceh Tamiang, ia menunjukkan sisi lain dari seorang pekerja energi: keberanian, pengabdian, dan kepedulian tanpa batas.

Begitu menerima informasi kondisi lapangan yang kacau dan terputusnya jaringan komunikasi, Baron langsung bergerak bersama tim. Ia membawa perangkat vital berupa Starlink dan laptop, demi satu tujuan utama: menghidupkan kembali komunikasi di PEP Rantau Field.

“Hari kedua bencana, Jumat (28/11/2025), kami diperintahkan membawa Starlink ke PEP Rantau Field. Dari Dermaga Serang Jaya kami lanjut ke Gudang Handak. Kondisinya mengenaskan, rumah-rumah runtuh dan warga terpaksa mengungsi,” kenang Baron.

Perjalanan menuju lokasi bukanlah hal mudah. Baron dan tim harus menghadapi arus banjir bandang dengan ketinggian mencapai tiga meter. Dengan tubuh basah kuyup dan arus deras yang menghantam, ia tetap menggenggam erat Starlink dan laptop agar tidak rusak.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Menko Perekonomian Terima Gubernur Aceh, Pemerintah Siapkan Relaksasi KUR untuk Korban Banjir

Setiap gerakan berenang terasa berat, seolah melawan dinding air yang tak berkesudahan. Tercatat tiga kali Baron harus berhenti untuk beristirahat, menepi sejenak demi mengatur napas, sebelum kembali melanjutkan perjuangan.

Namun tekadnya tak goyah. Setelah menempuh ratusan meter di tengah banjir, Baron dan tim akhirnya berhasil mencapai Gedung Crisis Center PEP Rantau Field.

Tanpa menunggu lama, Baron langsung memasang Starlink. Tak lama kemudian, akses komunikasi kembali normal menjadi kunci penting dalam mempercepat koordinasi bantuan, distribusi sembako, dan evakuasi warga.

“Bagaimanapun caranya, komunikasi di Rantau Field harus hidup. Itu yang saya pikirkan sepanjang berenang,” ujarnya.

Melalui Senior Officer External Communication PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1, Yulia Rintawati, kepada Kliksumut.com, Jumat (26/12/2025), General Manager Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1, Hari Widodo, menyampaikan apresiasi mendalam atas aksi heroik tersebut.

“Lewat komunikasi yang normal, kerja distribusi sembako dan evakuasi jadi lebih cepat. Saya sangat mengapresiasi Mas Baron dan tim dari PEP Pangkalan Susu Field,” ungkap Hari Widodo.

BACA JUGA: TNI–Polri Bersama Warga Bersihkan Sekolah dan Puskesmas Pascabanjir di Rusip Antara

Kisah Baron bukan sekadar cerita tentang teknologi. Ia adalah potret nyata dedikasi seorang pekerja yang rela mempertaruhkan tenaga, waktu, bahkan keselamatan demi memastikan sistem komunikasi tetap terhubung di tengah bencana.

Di saat banyak orang berjuang menyelamatkan diri, Baron melangkah ke garis depan. Ia membuktikan bahwa pahlawan bisa lahir dari siapa saja, termasuk seorang pekerja IT yang biasanya bekerja senyap di balik layar, namun kali ini tampil sebagai penjaga harapan di tengah banjir bandang Aceh Tamiang. (KSC)

REPORTER: Dody Ariandi

Pos terkait