Hari Susu Nusantara 2026: Kemenperin Perkuat Industri Pengolahan Susu Nasional, Dorong Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat

Hari Susu Nusantara 2026: Kemenperin Perkuat Industri Pengolahan Susu Nasional, Dorong Ketahanan Pangan dan Gizi Masyarakat
Hari Susu Nusantara

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem industri pengolahan susu (IPS) nasional guna mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

Komitmen tersebut disampaikan dalam momentum peringatan Hari Susu Nusantara (HSN) 2026 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, dikutip Rabu (17/6/2026).

Bacaan Lainnya

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri pengolahan susu merupakan sektor manufaktur strategis yang memiliki dampak ekonomi luas karena terintegrasi langsung dengan sektor peternakan rakyat.

Menurut Agus Gumiwang, salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi industri susu nasional adalah rendahnya pasokan bahan baku dari dalam negeri.

Saat ini, produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) baru mampu memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan industri pengolahan susu nasional. Kondisi tersebut membuat industri masih bergantung pada bahan baku impor.

“Penguatan kemitraan yang saling menguntungkan antara industri, peternak, dan koperasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan kapasitas produksi susu nasional,” ujar Agus Gumiwang di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Ia menilai kolaborasi yang kuat antara sektor hulu dan hilir akan menjadi fondasi penting dalam membangun industri susu yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, mengungkapkan bahwa tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara lain.

Saat ini konsumsi susu nasional berada di angka sekitar 17,7 liter per kapita per tahun.

Meski demikian, kondisi tersebut justru membuka peluang besar bagi pengembangan industri pengolahan susu di masa depan.

“Dengan adanya program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas gizi masyarakat seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), peluang peningkatan konsumsi susu nasional semakin terbuka,” jelas Putu.

Program Makan Bergizi Gratis yang tengah dijalankan pemerintah dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan industri susu nasional.

BACA JUGAKemenperin Siapkan Talenta Industri 4.0 untuk WorldSkills ASEAN 2027

Meningkatnya kebutuhan susu untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak Indonesia diperkirakan akan mendorong permintaan pasar secara signifikan.

Kondisi ini menjadi momentum bagi industri pengolahan susu untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperkuat kemitraan dengan peternak sapi perah di berbagai daerah.

Meski memiliki prospek cerah, industri pengolahan susu nasional masih menghadapi berbagai tantangan.

Beberapa persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah antara lain:

  • Keterbatasan integrasi antara sektor hulu dan hilir
  • Skala usaha peternakan rakyat yang masih kecil
  • Produktivitas ternak sapi perah yang perlu ditingkatkan
  • Keterbatasan infrastruktur rantai dingin (cold chain)
  • Kendala distribusi dan logistik

Tantangan tersebut perlu diselesaikan secara bertahap melalui sinergi antara pemerintah, industri, koperasi, dan peternak.

Sebagai langkah konkret memperkuat industri susu nasional, Kemenperin terus mendorong peningkatan kualitas Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) melalui berbagai program strategis.

Di antaranya:

  • Penguatan kemitraan industri dengan peternak sapi perah
  • Modernisasi Tempat Penampungan Susu (TPS)
  • Pemanfaatan teknologi digital dalam rantai pasok susu
  • Peningkatan kualitas dan produktivitas peternakan rakyat

Selain itu, pemerintah juga menjalankan Program Restrukturisasi Mesin dan/atau Peralatan Industri Makanan dan Minuman yang diatur melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 40 Tahun 2024.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa program restrukturisasi tersebut memberikan insentif besar bagi pelaku industri.

“Melalui program restrukturisasi, pemerintah memberikan fasilitas penggantian sebagian biaya atau reimbursement hingga 35 persen atas pembelian mesin dan peralatan baru,” ujar Merri.

Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan oleh industri pengolahan susu, koperasi peternak, maupun kelompok peternak yang menjadi mitra industri untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas produk susu nasional.

Menurut Merri, Hari Susu Nusantara 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di sektor persusuan nasional.

BACA JUGA: Kemenperin Gaet Xiamen China, Bidik Investasi Otomotif hingga Data Center untuk Percepat Transformasi Industri Indonesia

Mulai dari pemerintah, peternak, koperasi, industri pengolahan susu, akademisi, hingga masyarakat perlu bersinergi dalam membangun industri susu yang lebih maju dan kompetitif.

Sinergi tersebut diyakini mampu meningkatkan produksi susu dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi peternak rakyat.

Melalui momentum Hari Susu Nusantara 2026, Kemenperin mengajak seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk terus memperkuat kemitraan dan membangun ekosistem persusuan yang tangguh, produktif, dan berkelanjutan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, serta memperkuat daya saing industri pengolahan susu Indonesia di pasar global. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait