KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah kembali menjadi perhatian masyarakat pada Jumat, 6 November 2026. Nilai dolar AS masih bertahan di atas level Rp18.000, mencerminkan dinamika pasar valuta asing yang perlu dicermati pelaku usaha, investor, maupun masyarakat.
Berdasarkan data terbaru Bank Indonesia (BI) per 6 November 2026, kurs transaksi dolar AS tercatat berada pada posisi Rp18.184,47 untuk kurs jual dan Rp18.003,53 untuk kurs beli.
Sementara itu, kurs tengah dolar AS berada di level Rp18.094 per USD.
BACA JUGA: Dolar Hari Ini, Kamis 5 November 2026: Rupiah Masih Tertekan, Kurs Dolar AS Tembus Rp18.230
Kurs Dolar Hari Ini Berdasarkan Bank Indonesia
Berikut rincian kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berdasarkan data Bank Indonesia:
- Kurs jual: Rp18.184,47 per USD.
- Kurs beli: Rp18.003,53 per USD.
- Kurs tengah: Rp18.094,00 per USD.
Sebagai gambaran, masyarakat yang ingin membeli 100 dolar AS berdasarkan kurs jual BI membutuhkan dana sekitar Rp1.818.447. Sementara itu, jika menjual 100 dolar AS berdasarkan kurs beli BI, nilainya sekitar Rp1.800.353.
Angka tersebut merupakan acuan kurs transaksi BI. Harga yang berlaku di bank umum, money changer, maupun penyedia jasa penukaran valuta asing bisa berbeda.
Bagaimana Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS?
Pergerakan rupiah masih menjadi perhatian setelah pada perdagangan Kamis (5/11/2026), nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup pada kisaran Rp18.082 per dolar AS.
Data JISDOR Bank Indonesia pada 5 November 2026 juga mencatat dolar AS berada di posisi Rp18.094.
Dibandingkan JISDOR sehari sebelumnya yang mencapai Rp18.140, angka tersebut menunjukkan penguatan rupiah sebesar Rp46 terhadap dolar AS.
Namun, dinamika perdagangan pada Jumat kembali memperlihatkan bahwa pergerakan nilai tukar masih berfluktuasi.
Faktor yang Memengaruhi Harga Dolar Hari Ini
Sejumlah faktor dapat memengaruhi pergerakan dolar AS terhadap rupiah, di antaranya:
- Kebijakan suku bunga Amerika Serikat
Kebijakan bank sentral AS atau Federal Reserve menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi permintaan dolar di pasar global. - Kondisi ekonomi global
Ketidakpastian ekonomi dunia dapat mendorong investor memilih dolar AS sebagai salah satu aset yang dianggap lebih aman. - Arus modal asing
Aliran investasi asing yang masuk maupun keluar dari Indonesia turut memengaruhi permintaan terhadap rupiah. - Kondisi ekonomi Indonesia
Inflasi, pertumbuhan ekonomi, neraca perdagangan, serta stabilitas keuangan nasional juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Dampak Kenaikan Dolar terhadap Masyarakat
Nilai dolar yang bertahan di atas Rp18.000 berpotensi memberikan dampak terhadap sejumlah sektor ekonomi.
Bagi importir, pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya pembelian barang dari luar negeri. Kondisi ini juga berpotensi memengaruhi harga bahan baku impor dan produk tertentu di dalam negeri.
Sementara itu, masyarakat yang memiliki kebutuhan transaksi menggunakan dolar AS, seperti pembayaran pendidikan, perjalanan luar negeri, dan kegiatan bisnis internasional, perlu memperhatikan perubahan kurs.
Di sisi lain, eksportir yang menerima pembayaran dalam dolar AS berpotensi memperoleh nilai konversi rupiah lebih besar, meskipun tetap bergantung pada struktur biaya dan transaksi masing-masing perusahaan.
Masyarakat Diminta Memantau Kurs Dolar Terbaru
Pergerakan dolar AS terhadap rupiah masih perlu dicermati dalam beberapa waktu ke depan. Masyarakat yang ingin membeli maupun menjual valuta asing disarankan membandingkan kurs di beberapa bank dan money changer sebelum melakukan transaksi.
Perlu diketahui, kurs referensi JISDOR, kurs transaksi Bank Indonesia, dan kurs jual beli di bank umum memiliki fungsi serta nilai yang dapat berbeda.
Dengan dolar AS yang masih berada di atas Rp18.000, perkembangan nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator ekonomi yang menarik untuk terus dipantau. (KSC)








