KLIKSUMUT.COM | BOGOR – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Sabtu (6/8/2025). Laporan itu merupakan bagian dari langkah strategis menindaklanjuti inisiatif besar di bidang pendidikan.
Program Sekolah Rakyat mulai dijalankan sejak 14 Juli 2024 merupakan gagasan Presiden Prabowo untuk membuka akses pendidikan alternatif bagi masyarakat yang kurang terjangkau oleh sistem pendidikan formal.
BACA JUGA: Guru Besar UNM Apresiasi Program Sekolah Rakyat Presiden Prabowo
Dalam laporannya, sosok yang akrab disapa Gus Ipul ini menyampaikan sejumlah informasi, mulai dari progres pelaksanaan, pencapaian awal, hingga tantangan yang dihadapi oleh tim Kementerian Sosial selama fase awal implementasi program.
“Alhamdulillah hari ini saya bersama tim inti Kementerian Sosial bisa menyampaikan laporan rinci tentang penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk perkembangan dan tantangan yang dihadapi selama proses berjalan,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Minggu (7/9/2025).
Prabowo Apresiasi dan Siap Resmikan Program Sekolah Rakyat
Presiden Prabowo menyambut baik laporan tersebut dan memberikan sejumlah arahan strategis untuk penguatan program ke depan, termasuk penekanan pada perencanaan yang lebih matang, dukungan lintas sektor, serta kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia.
“Beliau memberikan arahan-arahan penting agar ke depan perencanaannya lebih matang,” tambah Gus Ipul.
Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen yang telah bekerja keras dalam merintis program Sekolah Rakyat. Ia menegaskan komitmennya untuk meluncurkan program ini secara nasional setelah seluruh aspek teknis, kelembagaan, dan tata kelola siap sepenuhnya.
BACA JUGA: Aceh Selatan Masuk Prioritas Nasional! Dapat Kuota Sekolah Rakyat dari Presiden Prabowo
Sekolah Rakyat Siap Diluncurkan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Prof Mohammad Nuh menyampaikan, program ini telah memasuki tahap implementasi nyata, bukan lagi sekadar wacana atau perumusan konsep.
“Kalau kemarin kita masih merumuskan ide dan gagasan, sekarang ini real pelaksanaannya. Kami melihat tim Kemensos dan jejaringnya all out untuk merealisasikan program ini dengan sangat baik,” ujar Prof Nuh.
BACA JUGA: Ratusan Siswa Antusias Ikuti MPLS di Sekolah Rakyat Menengah Atas 13 Bekasi, Wamen Sekneg Terkesan
Prof Nuh juga menjabarkan tiga prinsip utama yang menjadi fondasi pelaksanaan Sekolah Rakyat yakni pertama; terukur (measurable), keterjangkauan (achievable), dan akuntabilitas (accountable).
Prinsif terukur (measurable) dalam hal ini harus memiliki indikator keberhasilan yang jelas dan sistem evaluasi yang terstruktur. Sedangkan keterjangkauan (achievable) adalah program harus realistis dan mudah diakses, terutama oleh kelompok masyarakat yang paling membutuhkan, dan prinsif ketiga akuntabilitas (accountable) adalah seluruh proses dan hasil pelaksanaan wajib transparan, serta dilaporkan kepada publik secara berkala.
“Ukuran keberhasilan akan mulai terlihat dalam 3 bulan ke depan atau satu semester pertama, dan akan diumumkan secara terbuka,” tutup Prof Nuh.
Dalam kunjungannya, Gus Ipul didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo, Sekjen Kemensos Robben Rico, Ketua Tim Formatur Prof Mohammad Nuh, serta Tenaga Ahli Mensos Andy Kurniawan. (KSC)








