KLIKSUMUT.COM – Dunia musik Indonesia pernah digemparkan oleh grup musik yang satu ini. Gruvi, yang sebelumnya dikenal dengan nama Groovology, berhasil mencuri perhatian penggemar musik sejak pertama kali berdiri. Grup musik ini awalnya beranggotakan lima personel berbakat: Ari (vokal, gitar elektrik & akustik), Bibus (vokal & vokal latar), Derry (drum & perkusi), Tendra (bas & vokal latar), dan Yudhistira (piano & kibor).
Awal terbentuknya Gruvi berawal dari proyek solo dua vokalisnya. Ari Pramundito merilis album solo “Funk Me!” dengan single andalan Dicintai Tuk Disakiti, sementara Bibus meluncurkan album “Love Love Love” dengan single Bukan Pacarmu. Dari proyek solo ini, lahirlah Groovology sebagai rumah bagi kreativitas mereka.
Pada tahun 2008, seiring persiapan album perdana, mereka memutuskan untuk mengganti nama menjadi Gruvi. Perubahan nama ini dilakukan agar lebih mudah diucap, didengar, dan diingat, sekaligus mencerminkan musik mereka yang Groovy Pop dan easy listening.
BACA JUGA: Grassrock, Legenda Rock Surabaya yang Terus Menembus Zaman
Gruvi merilis album debut mereka berjudul “Gruvi” pada tahun 2009. Album kedua mereka, “Bilang Cinta”, menandai perpisahan Yudhistira dan Bibus, yang mundur dari band pada 2010 dan 2011. Album ketiga, “Jadi Gini”, rilis pada 2011, menjadi album terakhir Ari Pramundito sebelum mengambil jeda empat tahun untuk fokus pada karier solo.
Selain album, Gruvi juga mencatat prestasi gemilang di panggung internasional. Mereka pernah menjadi opening act konser Justin Bieber di Jakarta pada 23 April 2011, dan sempat membawakan lagu hits Baby di acara Dahsyat RCTI pada hari yang sama, membuktikan kemampuan mereka menghadirkan performa yang memukau penonton.
Dengan karakter Groovy Pop, lagu-lagu Gruvi selalu mudah diterima pendengar. Mereka membangun reputasi sebagai band yang membawa nuansa ceria dan ringan, namun tetap memiliki kualitas musikalitas tinggi. Bagi penggemar musik pop Indonesia, Gruvi menjadi salah satu nama yang sulit dilupakan.
BACA JUGA: Govinda: Transformasi dari Domino hingga Jadi Ikon Pop Rock Indonesia
Gruvi membuktikan bahwa perubahan nama, personel, dan strategi kreatif tidak mengurangi kekuatan mereka di industri musik. Sebaliknya, setiap langkah menjadikan mereka lebih matang dan berkelas di panggung musik Tanah Air. (KSC)
TIM REDAKSI





