GMNI Sumut Geram: Impor Beras Bukan Solusi!

MEDAN | kliksumut.com – Dewan Perwakilan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI) Sumatera Utara menolak keras rencana pemerintah melakukan Impor beras pada bulan april mendatang. Menurutnya hal ini akan menyebabkan harga jual beras menurun dikalangan petani.

“Kebijakan melakukan impor beras merupakan keputusan keliru, karena akan sangat merugikan petani. Kami dengan tegas menolak kebijakan tersebut,” ungkap Ketua DPD GMNi Sumatera Utara Paulus P. Gulo, SH kepada awak media.

Dijelaskannya, provinsi penghasil beras terbesar di Indonesia diantaranya jawa timur, jawa tengah, jawa barat, sulawesi selatan, lampung, sumatera selatan dan sumatera utara. Provinsi Sumatera Utara sendiri merupakan produsen gabah ke tujuh di indonesia, dengan luas lahan 413.141 ha dapat menghasilkan gabah sebanyak 2.078.901 ton GKG atau setara dengan 1.192.665 ton beras dan menurut BPS, total panen GKG Januari-April 2020 di Sumut yakni sebesar 847 ribu ton. Sementara angka perkiraan atau prognosa Januari-April 2021 sebesar 954 ribu ton.

Baca juga: Kejati Sumut Jalin Kerjasama Bidang Datun Dengan PLN (Persero) UIW Sumut

 


Di Provinsi Sumatera Utara terdapat beberapa Kabupaten penghasil gabah (padi dan beras) terbanyak antara lain Deli Serdang, Serdang Bedagai, Toba, Tapanuli Utara, Langkat dan Kepulauan Nias.

Menilik Data proyeksi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait produksi beras nasional akan surplus pada 2021

Menilik Data proyeksi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait produksi beras nasional akan surplus pada 2021. Adapun BPS menyebut potensi produksi beras sepanjang Januari-April 2021 akan mencapai 14,54 juta ton, naik 3,08 juta ton atau 26,84 persen dibandingkan periode sama di 2020 yang sebesar 11,46 juta ton.

Bacaan Lainnya

Pos terkait