KLIKSUMUT.COM | DELISERDANG – Hasil kurang menggembirakan kembali menimpa PSMS Medan setelah harus mengakui keunggulan tim tamu Garudayaksa FC dengan skor 2-0 dalam laga lanjutan Liga 2 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Utama Sumatera Utara, Jumat (31/10/2025) malam.
Kemenangan ini membuat Garudayaksa memperlebar jarak poin di papan klasemen sementara. Kini, tim asuhan Khamid Mulyono mengoleksi 20 poin, sementara PSMS Medan tertahan di 12 poin.
Sejak peluit kick-off dibunyikan wasit Fibay Rahmatullah, kedua tim langsung tampil menyerang. PSMS yang bermain di depan pendukung sendiri mencoba tampil menekan lewat skema serangan cepat, namun rapatnya lini belakang Garudayaksa membuat peluang sulit tercipta.
Di menit ke-15, Garudayaksa mendapat hadiah penalti setelah salah satu pemainnya dilanggar di kotak terlarang. Everton yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa tim tamu unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, pelatih PSMS Welliansyah langsung memberi instruksi dari tepi lapangan. Beberapa peluang emas sempat hadir lewat Felipe di menit ke-19 dan tendangan bebas Arif Setiawan, namun belum mampu mengubah skor hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, PSMS mencoba bermain lebih taktikal. Rudiyana dimasukkan menggantikan Hidayat untuk menambah daya dobrak. Tekanan demi tekanan dilancarkan, salah satunya lewat peluang Maring di menit ke-71, namun bola hanya bersarang di sisi gawang.
Petaka datang bagi PSMS ketika Ryu dilanggar di dalam kotak penalti. Setelah meninjau VAR, wasit kembali menunjuk titik putih. Ryu dengan tenang mengeksekusi bola dan menggandakan keunggulan Garudayaksa menjadi 2-0 di menit ke-76.
Menjelang akhir pertandingan, PSMS makin kesulitan membongkar pertahanan lawan. Beberapa keputusan wasit juga sempat memicu protes dari pemain dan pendukung tuan rumah. Skor 2-0 untuk Garudayaksa bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai pertandingan, pelatih PSMS Medan Welliansyah menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung setia Ayam Kinantan.
“Pemain sudah berjuang maksimal. Tapi setelah ketinggalan lewat penalti, mental anak-anak sempat drop. Di babak kedua kami coba bangkit, namun belum berhasil. Soal wasit, saya tak mau berkomentar lebih jauh. Kami mohon maaf kepada warga Sumut dan suporter,” ujar Welliansyah.
Pemain bertahan PSMS, Erwin Gutawa, juga menyampaikan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan.
“Kita sudah berjuang sepenuh hati. Hanya saja, beberapa keputusan wasit terasa merugikan. Harapannya, kinerja perangkat pertandingan bisa lebih baik lagi,” kata Erwin.
Sementara itu, pelatih Garudayaksa Khamid Mulyono bersyukur timnya bisa mencuri poin penuh di kandang lawan.
BACA JUGA: Persija Jakarta Bungkam Persita 4-0 di JIS
“Alhamdulillah, misi kami tercapai. Kami sudah pelajari gaya main PSMS dan bisa memanfaatkannya. Untuk keputusan wasit, saya rasa sudah sesuai karena ada VAR,” tutur Khamid.
Dengan hasil ini, Garudayaksa FC semakin kokoh di papan atas klasemen dengan 20 poin, sedangkan PSMS Medan harus puas di posisi tengah dengan 12 poin.
PSMS diharapkan segera bangkit di laga berikutnya agar peluang menuju babak selanjutnya tetap terbuka. (KSC)








