MEDAN | kliksumut.com – Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sumut terus berupaya mempersiapkan kesiapan atletnya menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang direncanakan akan digelar Sumut-Aceh, pada 2024 mendatang. Salah satunya atlet bernama lengkap Glenn Bakri yang berhasil meraih 1 emas dan 1 perak pada seleksi atlet panjat tebing Sumatera Utara (Sumut) Pelatda jangka panjang PON XXI/2024 Aceh-Sumut.
Atlet binaan KONI Medan ini memasuki Pelatda pada 1 Juli 2021 untuk dibina KONI Sumut bekerja sama dengan Pengrov FPTI Sumut untuk menempah mental para atlet dalam latihan yang diproyeksikan untuk menuju PON Sumut-Aceh.
BACA JUGA : Jelang PON Papua, KONI Sumut Gaungkan Prokes dikalangan Atlet Pelatda
“Yang pasti sangat senang bisa lolos seleksi atlet panjat tebing se- Sumut dan menjadi bagian dari kontingen Sumut lagi, seperti pada tahun 2019 pada ajang Porwil Bengkulu untuk mengulang dan memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya dan bisa berprestasi pada PON 2024,” ujar atlet yang masih menimba ilmu di Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga di Medan, Kamis (1/7/2021).
Glenn mulai tertarik dengan panjat tebing awalnya pada saat pindah sekolah dari SMA Sutomo 1 ke sekolah Gajah Mada. Saat itu, ada suatu pertandingan panjat tebing se-Sumatera Utara membuat dirinya tertarik dan tertantang untuk mengikuti kejuaraan tersebut namun gagal meraih prestasi. Merasa penasaran gagal dalam kejuaraan tersebut, membuat Glenn mendalami olahraga panjat tebing dengan mengikuti ektrakurikuler panjat tebing di sekolah Gajah Mada tempatnya menuntut ilmu.
Atlet di bawah binaan pelatih Wahyu Sahputra M. Pd ini memiliki keberanian dan tekad keras untuk bisa menguasai olahraga yang mengandalkan kekuatan tersebut. “Menjadi atlet panjat tebing mesti butuh tekad yang luar biasa. Jika sudah mampu mengontrol keseimbangan tubuh, tangan dan cara memahami cara pegangan pada poin, maka baru belajar memanjat ke atas,” terang anak bungsu dari tiga bersaudara.
Glenn menuturkan tekniknya sama dengan teknik dasar. Bedanya, memanjat ke atas butuh keberanian serta teknik nafas karena berhubungan dengan daya tahan untuk terus memanjat ke atas. Untuk belajar teknik dasar sendiri butuh waktu sekira empat hingga enam bulan. Setelah mahir sebagai seorang atlet siap untuk merayap tebing untuk ditaklukkan dalam setiap pertandingan panjat tebing. Intinya, setiap pertandingan yang telah dilakoni tentunya memperbaiki stamina, fisik dan kecepatan untuk menghadapi kejuaraan panjat tebing bengengi lainnya.
BACA JUGA : Dinas LHK Respon Cepat Keluhan Warga, Tinjau Kawasan Puncak 2000 Zia Cafee & Villa
Atlet yang berdomisili di Jalan Denai/Rawa Gang Pena Kecamatan Medan Denai mengatakan untuk meraih prestasi tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebagai atlet harus mempersiapkan diri dengan matang. Selain itu, fisik dan mental harus dipersiapkan serta tidak ada kata menyerah sebelum pertandingan. Tentunya mental juara harus ditanam dalam jiwa.








