Keterlibatan dalam kedua organisasi gugus tugas tersebut, diharapkan turut menghasilkan program-program yang mendukung penerapan ESG di lingkungan Pasar Modal Indonesia.
Dalam kancah internasional, peran Indonesia semakin diakui oleh negara-negara di dunia. Indonesia telah dipercaya menjadi tuan rumah atau Presidensi pada ajang The Group of Twenty (G20) Tahun 2022.
Dengan memperhatikan pada G20 di 2021 ini Italia mengusung 3 pilar yang saling terintegrasi yaitu People, Planet, and Prosperity (3P).
Untuk menjaga kesinambungan agenda dan dalam berperan serta dalam program Road to G20 Indonesia 2022 serta sebagai bentuk inisiatif lanjutan dari regulator Pasar Modal Indonesia dalam mendukung peningkatan pemahaman sekaligus implementasi terkait ESG, maka Otoritas Jasa keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) yang terdiri dari BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan ESG Capital Market Summit 2021 dengan tema “Pursuing Sustainable Finance in Indonesia Capital Market”.
Acara ini merupakan rangkaian dari ESG Capital Market Exhibition & Showcase 2021 serta termasuk dalam rangkaian kegiatan 44 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.
Dihadiri Perusahaan Tercatat, Anggota Bursa, Perusahaan Binaan IDX Incubator, Bank Kustodian, Manajer Investasi, Agen Penjual Efek Reksa Dana serta perwakilan Asosiasi, Investor Institusi, Wartawan Pasar Modal dan stakeholders Pasar Modal Indonesia lainnya.
Pada acara ini diharapkan dapat turut memberikan dampak positif pada iklim bisnis, investasi dan pemulihan perekonomian Indonesia serta tercapainya keuangan berkelanjutan di Indonesia.
BACA JUGA: Tingkatkan Jumlah Investor, BEI Luncurkan Inovasi Digital
Sebagai upaya mendukung pemerintah dalam mencegah penyebaran virus COVID-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, ESG Capital Market Summit 2021 diselenggarakan secara virtual melalui platform Zoom serta ditayangkan secara live di YouTube resmi Indonesia Stock Exchange.
ESG Capital Market Summit 20021 menghadirkan narasumber serta pembicara dari pemerintah maupun dari tokoh ESG, pada Selasa (27/7/2021) lalu.
Acara ini turut dihadiri Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati yang menyampaikan Keynote Speech dengan tema “The Development of ESG Policies and Implementation in Indonesia”, serta meresmikan pembukaan acara ESG Capital Market Summit 2021.
ESG Capital Market Summit 2021 dibuka dengan laporan kegiatan yang disampaikan Direktur Utama BEI Inarno Djajadi, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso.
“Ini merupakan ajang pembuka dari rangkaian ESG Capital Market Exhibition & Showcase 2021 untuk para stakeholders Pasar Modal Indonesia, agar dapat mendukung peningkatan awareness dan mendorong implementasi aspek ESG dalam kegiatan bisnis operasi seluruh pihak di Indonesia,” jelasnya.
Acara dilanjutkan dengan rangkaian diskusi panel menghadirkan narasumber di antaranya Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) sekaligus Ketua Tim SDGs (Sustainable Development Goals) Sekretariat SDGs Indonesia Dr. Ir. Arifin Rudiyanto, MSc, yang memberikan pemaparan dengan tema “Measuring Indonesia Business Contribution to The SDGs”.
Berikutnya tampil sebagai pembicara, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Sunarso, memberikan pemaparan dengan tema “The ESG Journey for Public Companies, including ESG Pioneers in Reporting & Implementing ESG”.
Dengan diselenggarakannya ESG Capital Market Summit 2021 diharapkan para pelaku pasar dapat mempersiapkan diri dalam penyusunan inisiatif-inisiatif penerapan ESG.
Selain itu diharapkan mengintegrasikan prinsip-prinsip SDGs dalam setiap kebijakan, strategi dan kegiatan bisnis operasional untuk mendukung pencapaian keuangan berkelanjutan di Pasar Modal Indonesia.
“Pasar Modal Indonesia dapat semakin maju serta berkontribusi bagi pemulihan perekonomian di Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan ini diharapkan juga dapat mengubah mindset dari pelaku bisnis, bahwa growth perusahaan dapat dicapai dengan tetap menyelaraskan setiap kegiatannya untuk selalu menjaga lingkungan hidup, penggunaan sumber daya secara bijaksana dan mendukung kesejahteraan sosial melalui pemberdayaan masyarakat sekitarnya. (rel-swisma)







