Ekspansi Inalum: SGAR Mempawah Fase 2 Siap Beroperasi 2028, Kapasitas Total Capai 2 Juta Ton Alumina per Tahun

Ekspansi Inalum: SGAR Mempawah Fase 2 Siap Beroperasi 2028, Kapasitas Total Capai 2 Juta Ton Alumina per Tahun
Logo Innalim (kliksumut.com/ist)

Pembangunan SGAR Mempawah Fase 2 dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun siap memperkokoh posisi Inalum sebagai pemain utama industri aluminium Indonesia

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) terus memperluas kapasitas produksinya guna menjawab kebutuhan pasar global dan domestik. Salah satu langkah strategis tersebut ialah pembangunan proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Mempawah Fase 2 yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2028.

Saat ini, SGAR Mempawah Fase 1 sudah beroperasi dengan kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun. Dengan pembangunan Fase 2 yang juga memiliki kapasitas 1 juta ton per tahun, total kapasitas SGAR Mempawah nantinya akan berada di angka 2 juta ton per tahun.

BACA JUGA: INALUM Gelar Malam Apresiasi Vendor Event 2024

“Investasi ini untuk proyek smelter alumina SGAR Mempawah Fase 2 dan pabrik aluminium kedua, injeksi kita ke sana,” kata Melati, pejabat terkait dari Inalum, dalam acara Economic Update CNBC Indonesia di Jakarta, Jumat (20/6/2025).

Selain itu, Inalum juga sedang mempersiapkan pembangunan pabrik aluminium kedua di Kuala Tanjung dengan kapasitas awal 600.000 ton per tahun. Bila pabrik ini beroperasi penuh, total kapasitas pabrik aluminium Inalum dapat naik dari 300.000 ton saat ini, menjadi 900.000 ton per tahun.

Rencana Ekspansi Hingga 1 Juta Ton per Tahun
Melati juga mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan studi untuk penambahan kapasitas sebesar 100.000–150.000 ton per tahun di Kuala Tanjung. “Kita sedang mengkaji penambahan itu, tergantung dari ketersediaan listrik PLN. Kalau memang memungkinkan, total bisa genap 1 juta ton per tahun, agar angka produksi semakin efisien dan ‘cakep’,” ujarnya.

Bahkan, dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) MIND ID, total produksi aluminium dari Inalum (organik dan anorganik) ditargetkan dapat menyentuh angka 1,5 juta ton per tahun.

“Kalau dalam RJPP kita, target total final itu adalah 1,5 juta produk aluminium, organik dan anorganik. Jadi memang masih panjang perjalanannya,” imbuh Melati.

Kinerja Operasional dan Keuangan Inalum Terus Meningkat
Sepanjang 2024, produksi aluminium Inalum berhasil tumbuh signifikan hingga 27,61%, dari tahun sebelumnya, dengan total 274.230 ton. Volume penjualan juga naik sebesar 25,55% menjadi 276.381 ton, mencerminkan tingkat efisiensi dan daya saing yang kian kuat di tengah fluktuasi harga global.

Pada sisi keuangan, Inalum mencetak pendapatan sebesar US\$ 716,9 juta, EBITDA sebesar US\$ 179,2 juta, dan laba bersih US\$ 123,7 juta. Total nilai aset juga tumbuh hingga US\$ 2,47 miliar, menjadikan Inalum sebagai pemain yang makin solid untuk berekspansi ke depan.

BACA JUGA: Karyawan PT Inalum Meninggal di Hotel Berastagi

Selain itu, dari sisi tata kelola dan dampak sosial, Inalum berhasil meraih nilai ACGS sebesar 81,01%, jauh di atas standar minimum penilaian. Selama tahun 2024, Inalum juga menyetor pajak dan kewajiban nonpajak sebesar US\$ 70,9 juta, serta mengucurkan anggaran Rp 28,09 miliar untuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Nilai Social Return on Investment (SROI) dari program-program ini juga tercatat berada di angka 1:8, memberi dampak positif signifikan bagi bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan sekitar.

Optimisme Masa Depan Inalum
“Growth 5 tahun kita bisa berada di angka 43–48%. Dengan berbagai langkah strategis ini, Inalum siap menjawab kebutuhan global dan domestik dengan produk aluminium berkualitas tinggi, sekaligus memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia,” tutup Melati. (KSC)

Pos terkait