DELISERDANG | Kliksumut.com – Insiden kericuhan terjadi di penerbangan maskapai Turkish Airlines tujuan Istanbul-Jakarta. Akibatnya pesawat yang sedianya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, Sumatera Utara.
Kericuhan yang terjadi pada Selasa, 11 Oktober 2022 malam itu dipicu aksi seorang penumpang berinisial MJ (47). Warga Tangerang Selatan, Banten, yang menjadi penumpang di penerbangan tersebut awalnya protes akibat pesawat yang ditumpanginya delay.
Saat terbang dia membuat keonaran di dalam pesawat, hingga crew pesawat menegurnya agar tetap bersikap koperatif. Diduga tidak terima, penumpang itu kemudian memukul crew (awak kabin) pesawat.
BACA JUGA: Terbang Perdana, Batik Air Jalin Kerjasama dengan Tourism Malaysia Medan
Situasi itu membuat penumpang yang lain menjadi kesal, sehingga ikut membantu crew dan memukul (menganiaya) MJ. Akibatnya MJ mengalami luka memar di bagian wajah, bagian pelipis mata, kepala bagian atas dan luka di bawah ketiak sebelah kiri.
Kondisi itu membuat pesawat Turkish Airlines mengalihkan penerbangan (divert) ke Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang. MJ diturunkan di Bandara Kualanamu dengan kondisi babak belur dan tangan terikat, untuk menjalani perawatan medis. Ia pun kini tengah menjalani perawatan di RS Grand Medistra Lubukpakam.
SESUAI PROSEDUR
Kasi Pengamanan Otoritas Bandara Kualanamu, Patwa Pane saat di konfirmasi membenarkan adanya seorang penumpang yang diturunkan dengan kondisi terluka.
Ia mengatakan Kapten Pilot yang memimpin penerbangan tersebut meminta pendaratan darurat karena menilai sesuai dengan prosedur keselamatan penerbangan. Kondisi penumpang dinilai sudah membahayakan keselamatan penerbangan, sehingga dia harus diturunkan (divert) di Bandara Kualanamu.
“Hingga kini penumpang tersebut masih menjalani perawatan di RSU Grandmed Lubukpakam, jika menurut dokter sudah sembuh, maka dia akan dipulangkan ke alamat rumahnya,” jelas Patwa Pane.
Informasi lanjutan yang diterima MJ merupakan seorang pilot yang memegang ID card sebagai Kapten Pilot Batik Air (Lion Group). Namun manajemen Lion Air belum mengkonfirmasi keabsahan ID Card tersebut. Corporate Communication Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro, saat dihubungi belum memberikan jawaban.
[AS]








