REPORTER: Jhonson Siahaan
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pihak keluarga Efredi Sembiring didampingi kuasa hukumnya, Hans Silalahi SH, melaporkan RS Mitra Sejati terkait kasus dugaan malpraktek yang dialami istrinya Julita br Berutu ke Mapolda Sumut. Laporan tersebut diterima Polda Sumut sesuai dengan Surat Tanda Bukti Laporan Polisi, Nomor : STTLP/B/303/III/2025/SPKT/POLDA SUMATERA UTARA, tanggal 03 Maret 2025.
Hans Silalahi SH MH mengatakan, pihaknya melaporkan RS Mitra Sejati terkait kasus dugaan malpraktek terhadap istri kli WAennya, Julita br Berutu. Jelas Hans Silalahi, pihak RS Mitra Sejati diduga mengamputasi kaki istri kliennya tidak sesuai dengan prosedur dan tanpa ada pemberitahuan terhadap pihak keluarga.
BACA JUGA: Kaki Pasien Diamputasi, RS Mitra Sejati Diduga Melakukan Malpraktek
“Klien saya tidak terima dan saya sebagai kuasa hukumnya meminta agar dokter yang melakukan operasi ditangkap dan dihukum seberat-beratnya karena lalai dalam menjalankan tugas. Akibat kelalaian dari dokter RS Mitra Sejati, kaki istri klien kami menjadi cacat,” kata Hans Silalahi, Kamis (06/03/2025) siang.
Lanjut, tegas Hans Silalahi, RS Mitra Sejati harus ditutup karena sudah menyalahi prosedur yang berlaku yang menyebabkan orang lain menjadi cacat. “Saya tegaskan, RS Mitra Sejati harus ditutup,” tegasnya.
Hans Silalahi menuturkan, siapapun tidak akan terima jika salah satu anggota keluarganya diperlakukan seperti itu. “Tidak ada kata lain selain RS Mitra Sejati harus tutup,” jelasnya.
Sebelumnya, dokter yang berada di RS Mitra Sejati, Medan, diduga melakukan malpraktek terhadap kaki pasien Julita Br Berutu. Pasalnya, kaki pasien Julita Br Berutu diamputasi pihak RS Mitra tanpa ada pemberitahuan dan persetujuan pihak keluarga. Akibat ulah dokter RS Mitra Sejati, Julita Br Berutu harus kehilangan kakinya.
Informasi yang diperoleh awak media ini, Sabtu (01/03/2025), pihak keluarga yang mengetahui kejadian tersebut sontak saja berteriak histeris dan membuat rumah sakit menjadi ramai dan heboh. Suami Julita Br Berutu yang mengetahui kejadian itu, Efredi Sembiring didampingi kuasa hukumnya, Hans Silalahi SH langsung mengamuk di RS Mitra Sejati, Kamis (27/02/2025) siang.
“Saya ingin bertemu direktur rumah sakit. Saya tidak terima karena kaki istri saya telah diamputasi tanpa ada permintaan dan persetujuan dari keluarga. Diduga istri saya menjadi korban malpraktik pihak rumah sakit RS Mitra Sejati ini,” teriak Efredi Sembiring.
Menurut Efredi Sembiring, pada hari Senin (17/02/2025) sore, istrinya Julita Beru Surbakti dibawa ke RS Mitra Sejati untuk menjalani perawatan medis karena menderita luka infeksi di bagian jari kaki sebelah kanan akibat terkena paku. “Namun pihak dokter RS Mitra Sejati mengamputasi kaki istri saya,” ungkapnya.
Efredi Sembiring mengatakan, tindakan amputasi yang dilakukan dokter terhadap kaki istrinya itu diduga melanggar prosedur. “Kami pihak keluarga tidak ada diberitahu atau pun dimintai persetujuan untuk dilakukan amputasi terhadap kaki istri saya. Saya awalnya meminta agar jari kaki istri saya yang sakit itu diobati. Namun, pihak dokter rumah sakit malah memotong kaki istri saya,” tegasnya.
Efredi Sembiring mengaku kecewa berat atas tindakan dokter yang merugikan masa depan istrinya. “Akibat kejadian ini, jelas istri saya tidak sesempurna dulu lagi. Satu kakinya telah dipotong akibat kecerobohan dokter RS Mitra Sejati,” kata Efredi Sembiring sambil berurai air mata.
BACA JUGA: Margasu Minta Polda Sumut Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Malpraktek Bayi 2 Hari
Anehnya lagi, tambah Efredi Sembiring, sudah 3 hari sejak kaki istrinya dipotong oleh dokter, tidak ada penjelasan apa pun dari pihak RS Sembiring. “Ada apa. Ini jelas-jelas malpraktek,” teriak Efredi Sembiring.
Hans Silalahi SH MH, selaku kuasa hukum Efredi Sembiring mengatakan, akan melaporkan kasus tersebut ke Mapolda Sumut terkait dugaan malpraktik yang dilakukan pihak RS Mitra Sejati terhadap pasien Julita Br Surbakti. “Kita minta pertanggungjawaban dari pihak RS Mitra Sejati. Kasus ini akan kami laporkan ke Mapolda Sumut,” ujar Hans Silalahi.
Sementara itu, pihak RS Mitra Sejati, Erwin yang dihubungi via telepon selulernya, Jumat (28/02/2025) siang menuturkan, bahwa dirinya sedang berada di Tebing Tinggi. “Saya lagi di Tebing Tinggi. Nanti habis makan siang saya hubungi lagi,” jawabnya singkat.
Hingga berita ini dituliskan, pihak manajemen RS Mitra Sejati, Erwin, tidak ada menghubungi awak media ini. (KSC)








