KLIKSUMUT.COM – Nama Dekat menjadi salah satu grup vokal Indonesia yang konsisten menghadirkan musik jujur, dewasa, dan penuh eksplorasi. Terbentuk di Jakarta pada tahun 2014, Dekat beranggotakan Mohammed Kamga, Tahir “Tata” Hadiwijoyo, dan Chevrina Anayang, yang sebelumnya dikenal sebagai bagian dari grup vokal populer Tangga.
Kisah lahirnya Dekat tak lepas dari dinamika internal Tangga. Pada 15 April 2014, Tangga merilis lagu berjudul “Tak Kemana Mana” melalui SoundCloud. Lagu tersebut disebut Kamga sebagai “lagu perpisahan Tangga”. Dalam blog pribadinya, Kamga mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tidak lagi terwakili oleh arah musik Tangga serta minimnya ruang berekspresi kreatif.
Situasi semakin menguat ketika lagu tersebut dinilai tidak layak menjadi single oleh label rekaman. Di saat bersamaan, Nerra Merlin memutuskan keluar dari Tangga karena menikah dan pindah ke Surabaya. Akhirnya, Kamga, Tata, dan Chevrina memilih keluar dari manajemen dan label, sekaligus mengakhiri perjalanan mereka bersama Tangga.
Pada September 2014, Dekat resmi diperkenalkan ke publik lewat mini album Lahir Kembali. Album ini menjadi simbol fase baru sekaligus jawaban atas perjalanan emosional mereka di masa akhir Tangga. Nama Dekat dipilih karena mencerminkan hubungan personal ketiganya yang semakin erat, meski awalnya tidak saling mengenal.
BACA JUGA: Grup Musik Debu: Perjalanan Spiritualitas Sufi dari Amerika hingga Indonesia
Berbeda dari Tangga, Dekat memberi kebebasan penuh bagi para anggotanya untuk menciptakan musik sesuai dengan identitas mereka yang semakin dewasa. Mini album Lahir Kembali dirilis secara independen sebagai unduhan gratis sebelum akhirnya tersedia di platform digital.
Pada Februari 2016, Dekat merilis mini album kedua berjudul Meranggas. Album ini digarap dengan pendekatan minimalis dan eksploratif, dengan Marcellino Nugraha kembali sebagai produser. Dekat bahkan menggambarkan warna musik album ini sebagai, “kalau Major Lazer kawin dengan Macy Gray dan membesarkan anak di Indonesia.”
Puncaknya, pada 13 Agustus 2016, Dekat tampil memukau di panggung utama We The Fest, festival musik internasional bergengsi di Indonesia.
Memasuki tahun 2017, Dekat merilis single “20” yang sepenuhnya digarap secara mandiri dan menggunakan lirik berbahasa Inggris. Disusul “100” hasil kolaborasi dengan Purpleducktape, serta “Money” pada 2018 yang mengangkat isu keuangan personal para anggotanya.
BACA JUGA: DeadSquad: Supergrup Death Metal Jakarta yang Mengguncang Skena Metal Indonesia
Lagu “Money” sukses mengantarkan Dekat masuk nominasi AMI Awards 2018 untuk kategori Karya Produksi Grup Vokal Terbaik.
Pada 12 Oktober 2018, Dekat resmi merilis album penuh pertama mereka bertajuk Numbers, yang berisi delapan lagu dan diproduseri langsung oleh Kamga. Album ini lebih dulu hadir dalam format CD melalui program penggalangan dana sebelum tersedia secara digital.
Dekat bukan sekadar kelanjutan dari Tangga, melainkan identitas baru yang berdiri dengan visi dan kebebasan artistik. Dengan perjalanan yang penuh kejujuran dan eksplorasi, Dekat membuktikan diri sebagai salah satu grup vokal Indonesia yang berani tumbuh dan relevan dengan zamannya. (KSC)
TIM REDAKSI








