Tak jauh dari Rumah Makan Resep Bunda Silaturrahim, pedagang produk jajanan roti ketawa, Waka-Waka, Ayu mengatakan dagangannya berupa roti ketawa yang biasa untuk oleh-oleh dengan tiga varian rasa, pandan, durian dan original, banyak dibeli oleh wisatawan serta para tim dari peserta rally.
“Alhamdulilah, efek dari adanya event rally ini pengasilan lebih tinggi, pemasukan Rp 1 juta per hari, naik mulai Kamis sampai hari ini capai 80%. Kami berharap event-event lain bisa hadir di sini biar jualan kami bisa lebih laris. Selama jualan di sini, yang paling besar saat acara kemari W20 dan Kejurnas Rally ini,” katanya, sembari mengatakan Waka-Waka baru hadir sekitar tiga bulan di Parapat sebelumnya sudah ada di Pematang Siantar,” kata Ayu.
Hal sama juga disampaikan oleh Pemilik Warung Ringo Star di Panatapan Parapat, Sautman Siringo Ringo. Pembeli di warung yang menjual kopi, beragam minuman dan mie instan yang buka 24 jam ini mengaku omset meningkat sampai 50% selama gelaran Danau Toba Rally.
BACA JUGA: Hari ini Start Kejuaraan Nasional Danau Toba Rally 2022 di HTI TPL
“Lumayan naiklah dari hari biasanya. Kami di sini buka 24 jam, banyak pengunjung dan tim peserta rally mampir untuk melihat view Danau Toba sambil minum dan makan mie. Mereka datang untuk istirahat juga,” katanya.
Meski ramai, Sautman mengaku tidak pernah menaikkan harga dagangannya agar customer bisa kembali lagi saat mengunjungi Danau Toba. “Meski nanti acara APRC atau WRC yang datang orang-orang luar negeri, kami pun gak akan naikkan harga. Kita harus ramah dan tidak mencari kesempatan, harus jadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah mengatakan, Danau Toba Kejurnas Rally 2022 dan sport tourism lainnya yang terlaksana di berbagai daerah di Sumut seperti yang telah dilakukan Junggle Trail Run di Bukit Lawang, Surfing di Nias, Arung Jeram di Asahan dan lainnya adalah untuk membangkitkan ekonomi masyarakat setempat. (Wali)








