Calon Jamaah Haji Asahan Diupah-upah, Acara Berlangsung Khidmat dan Penuh Harapan

Calon Jamaah Haji Asahan Diupah-upah, Acara Berlangsung Khidmat dan Penuh Harapan
Prosesi adat dan doa restu “Upah-Upah” bagi calon jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (21/4/2026). (kliksumut.com/Ist)

KLIKSUMUT.COM | ASAHAN – Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar prosesi adat dan doa restu “Upah-Upah” bagi calon jamaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan.

Acara tersebut menjadi momentum penting bagi para calon jamaah sebelum menunaikan rukun Islam kelima ke Tanah Suci. Hadir dalam kesempatan itu unsur pimpinan daerah, tokoh agama, serta berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, Wakil Bupati Rianto, unsur Forkopimda, jajaran OPD, TP PKK, hingga para pengurus organisasi keagamaan.

Suasana khidmat terasa sejak awal acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Ketua MUI Kabupaten Asahan.

BACA JUGA: Kota Kisaran Barat Dominasi MTQN ke-57 Asahan, Dua Peserta Raih Hadiah Umroh

Kegiatan kemudian diisi dengan laporan penyelenggara, penyerahan simbolis perlengkapan kepada jamaah, sambutan bupati, hingga prosesi adat upah-upah yang dipimpin oleh pengurus IPHI.

Dalam laporannya, Kepala Kantor Haji dan Umrah Kabupaten Asahan, H. Jamaluddin, menyampaikan bahwa jumlah calon jamaah haji tahun ini mencapai 247 orang. Mereka terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter), dengan mayoritas berada di Kloter 7. Dari total tersebut, sebanyak 108 jamaah berjenis kelamin laki-laki dan 139 perempuan.

Ia juga mengungkapkan data menarik terkait jamaah, di mana calon haji tertua berusia 86 tahun, sementara yang termuda berusia 19 tahun. Selain jamaah reguler, terdapat pula jamaah cadangan dan petugas yang akan mendampingi selama pelaksanaan ibadah haji.

Sementara, Bupati Asahan menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh calon jamaah yang telah mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji. Ia menegaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah yang memerlukan kesiapan menyeluruh, baik fisik, mental, maupun finansial.

“Kesempatan berhaji adalah panggilan Allah SWT yang patut disyukuri. Tidak semua orang mendapatkannya, bahkan banyak yang harus menunggu bertahun-tahun,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar seluruh jamaah mengikuti bimbingan manasik dengan sungguh-sungguh, menjaga niat semata karena Allah, serta senantiasa menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.

BACA JUGA: Harapkan Keberkahan, Khidmat Walimatul Safar dan Tepung Tawar Calon Jamaah Haji di Asahan

Prosesi upah-upah yang menjadi inti acara berlangsung penuh makna sebagai bentuk doa dan restu bagi para jamaah. Tradisi ini mencerminkan nilai budaya sekaligus spiritual masyarakat dalam melepas anggota yang akan menunaikan ibadah haji.

Kegiatan ditutup dalam suasana tertib dan lancar, meninggalkan kesan mendalam bagi para calon jamaah dan seluruh pihak yang hadir. Momentum ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga penguat spiritual sebelum perjalanan suci menuju Tanah Haram. (KSC)

Reporter: Dinda Meyla Sari

Pos terkait