Inilah saatnya kita berkumpul, berdiskusi bagaimana tindaklanjutnya. Kami sengaja mengundang Bapak Bupati untuk melihat langsung bagaimana langkah-langkah yang dilakukan OPD, kepolisian, TNI untuk menaikkan tanggap darurat kita atas narkoba ini, ujarnya.
“Saat ini Sergai tergolong kabupaten yang Cukup Tanggap dalam penilaian yang dilakukan tahun 2019. Harapan kami, penilaian di tahun 2021 ini nilai kita bisa naik dari sebelumnya 40,48. Sehingga kita bisa masuk dalam target 60 Kabupaten Tanggap Ancaman Narkoba (Kontan) dari pemerintah pusat,” imbuhnya.
Ia juga mengharapkan seluruh OPD bisa membantu BNN dalam melakukan kegiatan atau program yang bisa menghalau masuknya narkoba.
BACA JUGA: Sergai Buat Vaksin Aman Untuk Ibu Hamil 13 Minggu Keatas
Setidaknya ada 5 variabel, katanya lagi, yang menjadi penilaian. Pertama Ketahanan Keluarga dimana indikatornya meliputi perilaku sehat, keeratan sosial, keharmonisan keluarga. Kedua, Ketahanan Masyarkaat yang indikatornya meliputi kesadaran hukum narkotika, partisipasi masyarakat, partisipasi lingkungan pendidikan (SMP, SMA, Perguruan Tinggi), dan partisipasi dunia usaha. Selanjutnya variabel Kewilayahan, Kelembagaan, dan Hukum.
Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari dan pesertanya juga akan melibatkan tokoh-tokoh masyarakat. (Budi Lubis)








