BBWI Travel Fair 2026 Catat Transaksi Nyaris Rp1 Miliar, Bukti Wisata Domestik Kian Menggeliat Jelang Ramadhan dan Lebaran

BBWI Travel Fair 2026 Catat Transaksi Nyaris Rp1 Miliar, Bukti Wisata Domestik Kian Menggeliat Jelang Ramadhan dan Lebaran
Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh saat sambutan pada acara Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026 bertema “Meraya Bersama” pada 13–15 Februari 2026 di Mosaic Walk, Kota Kasablanka Mall, Jakarta.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), serta Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) sukses menyelenggarakan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026 bertema “Meraya Bersama”.

Ajang promosi wisata domestik ini berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di Mosaic Walk, Kota Kasablanka Mall, Jakarta, dan berhasil mencatatkan potensi transaksi sebesar Rp988.623.135 atau nyaris Rp1 miliar.

Capaian tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata dalam negeri dan produk ekonomi kreatif nasional, khususnya menjelang momentum Ramadhan dan arus mudik Lebaran 2026.

Staf Ahli Menteri Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh, menyatakan capaian BBWI Travel Fair 2026 menunjukkan efektivitas kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat fondasi pariwisata nasional.

“Melalui BBWI Travel Fair, kami mengajak masyarakat merencanakan perjalanan wisata di dalam negeri sekaligus mendukung produk-produk kreatif lokal. Momentum Ramadhan dan libur Lebaran adalah peluang besar untuk menggerakkan ekonomi daerah serta memperluas dampak pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Bacaan Lainnya

Selama tiga hari pelaksanaan, sebanyak 29 seller dari industri pariwisata, UMKM, hingga peritel nasional berpartisipasi dalam ajang ini. Mereka menghadirkan berbagai promo paket wisata domestik, produk ekonomi kreatif unggulan daerah, hingga aktivasi kampanye Belanja di Indonesia Aja.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa ekosistem pariwisata tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi erat dengan sektor ritel, kuliner, dan industri kreatif.

Masruroh menegaskan penguatan wisatawan nusantara menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan sektor pariwisata nasional. Dengan mendorong masyarakat berwisata di dalam negeri, manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas oleh pelaku industri, pengusaha UMKM, hingga komunitas lokal di berbagai daerah.

Strategi ini dinilai penting untuk memastikan perputaran ekonomi tetap berada di dalam negeri serta memperluas dampak pembangunan yang lebih merata.

BACA JUGA: Ini Rahasia Kenapa Konsumen Indonesia Rebutan Pre Order Next Galaxy

Dukungan juga datang dari sektor ekonomi kreatif. Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif RI, Andy Ruswar, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperluas akses pasar jenama binaan melalui program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK).

Dalam BBWI Travel Fair 2026, Kemenekraf/Bekraf memfasilitasi keikutsertaan jenama binaan ASIK batch 2, yaitu Mbrebes Mili, Meraki Cipta Rasa, Madu NP, Mustofa Bu Emi, dan Moonbitz, serta satu jenama mitra Butter Baby.

Selain menghadirkan produk unggulan, para pelaku UMKM tersebut juga menyediakan paket hampers khusus menyambut Bulan Ramadhan, sehingga memberikan nilai tambah bagi pengunjung sekaligus membuka peluang promosi dan perluasan jejaring usaha.

Integrasi promosi wisata dan produk kreatif ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah pariwisata Indonesia.

Dukungan terhadap BBWI Travel Fair 2026 turut diperkuat oleh sektor ritel dan pengelola pusat perbelanjaan. Deputi Marketing & Partnership HIPPINDO, Agung Tianara, menekankan bahwa wisata dan belanja merupakan satu kesatuan yang saling menguatkan.

“Sinergi antara BBWI dan kampanye Belanja di Indonesia Aja relevan untuk meningkatkan traffic kunjungan sekaligus mendorong transaksi di dalam negeri,” ujarnya.

Menurutnya, pusat perbelanjaan kini telah berkembang menjadi destinasi berbasis pengalaman (experience-based destination), yang memadukan interaksi sosial, hiburan, serta etalase produk lokal dalam satu ruang terpadu.

Mall tidak lagi sekadar tempat berbelanja, tetapi menjadi meeting point sekaligus ruang promosi strategis bagi produk UMKM dan jenama lokal.

Melalui penyelenggaraan BBWI Travel Fair 2026, Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa sektor pariwisata domestik tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.

BACA JUGAFIFGROUP Resmikan Pos Barus, Perluas Akses Pembiayaan dan Buka Lowongan Kerja

Optimalisasi momentum musiman seperti Ramadhan dan Lebaran diharapkan mampu meningkatkan pergerakan wisatawan nusantara secara signifikan dan merata di berbagai daerah.

Sinergi antara kementerian, asosiasi, dan pelaku industri dalam ajang ini menjadi bukti bahwa kebangkitan pariwisata nasional dibangun melalui kolaborasi yang solid dan berkelanjutan.

Dengan semangat “Meraya Bersama”, BBWI Travel Fair 2026 bukan hanya mencatatkan transaksi hampir Rp1 miliar, tetapi juga memperkuat kesadaran masyarakat untuk bangga berwisata di Indonesia serta mencintai produk dalam negeri—sebuah langkah nyata menuju pariwisata yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait