BBKSDA Sumut Evakuasi Orangutan Jantan 95 Kg di Langkat, Dilepasliarkan ke TNGL

BBKSDA Sumut Evakuasi Orangutan Jantan 95 Kg di Langkat, Dilepasliarkan ke TNGL
Petugas BBKSDA Sumut bersama tim HOCRU YOSL-OIC mengevakuasi seekor orangutan jantan dewasa dari perkebunan sawit di Langkat untuk mencegah konflik manusia-satwa dan memulihkan habitat alaminya. (Foto: kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersama tim Human Orangutan Conflict Response Unit (HOCRU) Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Center (YOSL-OIC) berhasil mengevakuasi seekor orangutan Sumatera jantan dewasa dari Desa Sei Litur, Kecamatan Sawit Seberang, Kabupaten Langkat.

Evakuasi dilakukan pada Senin (4/5/2026) setelah adanya laporan masyarakat terkait keberadaan orangutan yang terisolasi di kawasan Kebun Timbang Langsa.

Bacaan Lainnya

Satwa langka tersebut kemudian ditranslokasi ke kawasan restorasi habitat di area kerja sama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) dan YOSL-OIC di Resor Cinta Raja.

Informasi awal diterima petugas pada Sabtu (2/5/2026). Meski lokasi penemuan merupakan Area Penggunaan Lain (APL), kawasan tersebut diketahui masih menjadi habitat alami orangutan Sumatera.

Saat melakukan pengecekan lapangan, tim gabungan menemukan tiga individu orangutan yang berada sekitar 10 kilometer dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.

Ketiga satwa tersebut terdiri dari: satu orangutan jantan dewasa, satu betina dewasa, dan satu anak orangutan.

Melihat potensi konflik antara manusia dan satwa liar, terutama karena perilaku dominan dari individu jantan dewasa, tim memutuskan untuk lebih dulu melakukan evakuasi terhadap satwa tersebut.

Proses penyelamatan berlangsung aman setelah tim dokter hewan melakukan pembiusan terhadap orangutan jantan tersebut.

BACA JUGA: Pangdam I/BB Tinjau Yonif TP 907/Dewa Shahdan di Langkat, Pastikan Kesiapan Operasional Satuan

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi satwa dalam keadaan sehat tanpa luka dengan berat badan mencapai 95 kilogram.

Setelah menjalani pemeriksaan medis, orangutan dimasukkan ke dalam kandang angkut khusus untuk selanjutnya dipindahkan menuju habitat yang lebih aman dan sesuai.

Setelah berkoordinasi dengan pihak BBTNGL, diputuskan bahwa orangutan tersebut akan dilepasliarkan di area restorasi kerja sama BBTNGL dan YOSL-OIC di Resor Cinta Raja.

Pengiriman dilakukan pada Senin sore dan tiba di lokasi pelepasliaran pada malam hari. Selanjutnya, pelepasliaran resmi dilakukan pada Selasa (5/5/2026).

Langkah translokasi ini merupakan bagian dari upaya mitigasi konflik manusia dan satwa liar akibat perubahan fungsi lahan yang semakin masif di sekitar habitat alami orangutan.

Kepala Bagian Tata Usaha BBKSDA Sumatera Utara, Andar Abdi Saragih S.Pd M.Si melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Amenson Girsang, mengatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan orangutan pascalepasliaran.

Selain itu, BBKSDA Sumut juga tengah menyiapkan langkah penyelamatan terhadap individu betina beserta anak orangutan yang masih berada di lokasi awal penemuan.

“Kami akan terus memantau kondisi satwa pascalepasliaran, dan saat ini tengah mempersiapkan rencana rescue untuk individu betina beserta anaknya,” ujar Amenson Girsang kepada wartawan, Kamis (7/5/2026).

BACA JUGA: May Day 2026 di Langkat Berlangsung Damai, Bupati Janjikan Satgas Ketenagakerjaan

Evakuasi ini menjadi bukti nyata keseriusan BBKSDA Sumut bersama mitra konservasi dalam menjaga kelestarian Orangutan Sumatera yang kini berstatus sangat terancam punah.

Selain menyelamatkan satwa dilindungi, kegiatan tersebut juga bertujuan memberikan rasa aman bagi masyarakat sekitar sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Leuser. (KSC)

REPORTER: Dody Arandi

Pos terkait