KLIKSUMUT.COM | BINJAI ~ Banjir besar melanda hampir seluruh wilayah Kota Binjai sejak Kamis (27/11/2025). Akibatnya, ratusan keluarga mengungsi ke berbagai posko keselamatan. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan dan tampak ketakutan saat proses evakuasi berlangsung.
Curah hujan tinggi yang mengguyur Binjai selama beberapa hari memicu luapan air di lima kecamatan. Data sementara mencatat jumlah warga terdampak mencapai puluhan ribu jiwa.
BACA JUGA: Ratusan Rumah Terendam Banjir di Langkat, Basarnas Evakuasi Warga
Data sementara kawasan dan jumlah warga yang terdampak banjir meliputi:
- Binjai Selatan: 930 KK (3.191 jiwa).
- Binjai Kota: 3.275 KK (9.825 jiwa).
- Binjai Timur: 478 KK (1.617 jiwa).
- Binjai Utara: 557 KK (2.404 jiwa).
- Binjai Barat: 578 KK (2.312 jiwa).
Titik banjir terparah meliputi Kelurahan Setia, Perumahan Berngam, Kelurahan Mencirim, Kelurahan Rambung, dan Kelurahan Pekan Binjai.
BACA JUGA: Kota Medan Dikepung Banjir Besar Akibat Cuaca Ekstrem
Pemerintah Gerak Cepat Evakuasi Warga
Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, turun langsung meninjau lokasi banjir dan mengoordinasikan penanganan di lapangan bersama tim gabungan.
Ia juga memastikan seluruh petugas bekerja cepat menangani situasi darurat.
“Sejak pagi, tim evakuasi telah berada di lokasi untuk mengevakuasi warga yang terdampak,” ujarnya.
BACA JUGA: KAMMI Sumut Desak Pemerintah Tetapkan Status Darurat Bencana Nasional di Sumatera
Tim gabungan menyisir kawasan yang terendam dan mengevakuasi warga menggunakan perahu karet. Pemerintah Kota Binjai juga mendirikan posko kesehatan dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Amir juga menegaskan komitmennya untuk memastikan layanan darurat, termasuk dukungan bagi anak-anak dan lansia, berjalan optimal.
“Dengan kolaborasi seluruh pihak, proses evakuasi dan layanan darurat diharapkan berjalan lancar hingga kondisi kembali aman,” ucapnya.
BACA JUGA: Bencana Hidrometeorologi Melanda 13 Daerah di Sumut, 47 Warga Meninggal dan Ribuan Mengungsi
Anak-Anak Trauma, Relawan Beri Pendampingan
Banjir mengakibatkan kondisi psikologis anak-anak di posko pengsian menjadi terganggu. Banyak di antara mereka menangis saat dievakuasi, sementara orang tua berusaha menenangkan.
“Anak-anak sangat cemas, mereka tidak terbiasa menghadapi banjir sebesar ini,” kata seorang relawan di Posko Rambung.
Pemerintah Kota Binjai juga meminta warga tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan lebih lanjut. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








