Senior Manager Community PTAR, Christine Pepah, menjelaskan selain menjadikan layanan Posyandu lebih optimal, Program Revitalisasi Posyandu juga memberdayakan kader kesehatan dalam hal peningkatan pengetahuan dan soft skill. Kader diharapkan terampil melakukan screening kesehatan dan penyuluhan, mampu menggunakan aplikasi iPosyandu, serta menyusun rencana tindak lanjut.
“Program Revitalisasi Posyandu ini diharapkan berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat di 7 desa target seperti membaiknya status gizi serta kesehatan ibu dan anak serta meningkatnya strata posyandu,” kata Christine.
BACA JUGA: Targetkan PROPER HIJAU, Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan Terus Dipacu PT Agincourt Resources
Revitalisasi Posyandu juga diarahkan untuk menyokong perluasan target layanan di Posyandu. Dengan begitu, layanan Posyandu tidak terbatas pada ibu dan bayi, tetapi dapat melayani kelompok keluarga lainnya seperti remaja, lansia, dan pelayanan Posbindu.
Dalam rangkaian Program Revitalisasi Posyandu, pada 4 Agustus 2022 para kader kesehatan mendapat pengetahuan penanggulangan diare dan pencegahan stunting melalui webinar bertema “Mengenal Masalah Kesehatan dan Pelayanan Kesehata1n Anak di Posyandu” yang dibawakan dokter spesialis anak Fitria Mahrunnisa, M.Sc., Sp.A.








