7 Anak Alami Gagal Ginjal Akut Misterius Meninggal di Sumut, LBH Medan Meminta Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi

7 Anak Alami Gagal Ginjal Akut Misterius Meninggal di Sumut, LBH Medan Meminta Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi
Ilustrasi (istimewa)

MEDAN | kliksumut.com Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan yang konsern terhadap perlindungan anak dan hak asasi manusia meminta pemerintah dalam hal ini dinas kesehatan Sumatera Utara memproritaskan keselamatan rakyat (Salus Populi Suprema Lex Esto) terkhusus kepada anak. Gangguan ginjal akut misterius yang hari ini mengkhawatirkan di Sumatera Utara (Sumut) harus disikapi secara cepat dan benar guna memberikan perlindungan anak dalam hal kesehatanya. Hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadinya gagal ginjal akut.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Direktur LBH Medan, Irvan Saputra, SH., MH bersama Khairiya Rahmadhani, SH melalui keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (20/10/2022) sebab Anak adalah generasi penurus bangsa yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara.

BACA JUGA: LBH Medan: Carut Marut di Tubuh Polri, Reformasi Polri Harga Mati

“Oleh karena itu setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta lingkungan hidup yang baik dan sehat. Serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan, sebagaimana amanat Pasal 28 B dan H Undang-Undang Dasar 1945,” jelas Irvan.

Bahkan Irvan menjelaskan bahwa gangguan Ginjal Akut misterius terhadap anak yang terjadi di Indonesia telah menimbulkan kekhwatiran di masyarakat terkhusus bagi para orang tua. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat hingga 18 Oktober 2022, jumlah kasus gagal ginjal akut yang dilaporkan sebanyak 206 dari 20 provinsi dengan angka kematian sebanyak 99 anak. hal tersebut disampaikan langsung oleh Mohammad Syahril selaku juru bicara kementerian kesehatan R.I pada 19 Oktober 2022 kepada CNN Indonesia.

“Sumatera Utara, melalui Ismail Lubis selaku Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) mencatat 11 orang anak menjalani perawatan di rumah sakit karena menderita gagal ginjal akut misterius. Dari jumlah tersebut, 7 (tujuh) di antaranya meninggal dunia. Adapun anak-anak yang meninggal akibat gagal ginjal akut misterius tersebut berusia 1-5 tahun dengan gejala demam gangguan pencernaan seperti muntah dan diare, Gangguan pernapasan seperti batuk dan pilek tidak bisa kencing atau volume urine yang keluar sangat sedikit,” ungkap Irvan dalam keterangannya.

Pos terkait