4 Jemaah Haji Embarkasi Medan Gagal Berangkat

4 Jemaah Haji Embarkasi Medan Gagal Berangkat
Ketua Embarkasi Medan

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Sebanyak empat jemaah haji asal Embarkasi Medan dilaporkan gagal berangkat sejak Kloter 1 hingga Kloter 5 pada musim haji 2026. Seluruhnya batal berangkat akibat gangguan kesehatan, bahkan beberapa di antaranya mengalami kondisi medis serius sebelum memasuki asrama haji.

Ketua Embarkasi Medan, Zulkifli Sitorus, menjelaskan bahwa kasus pertama terjadi pada Kloter 3, di mana seorang jemaah mengalami stroke sebelum masuk asrama sehingga tidak memungkinkan untuk diberangkatkan.

“Di kloter 3 ada jemaah yang sebelum masuk asrama sudah mengalami stroke, sehingga tidak bisa diberangkatkan dan terjadi satu kursi kosong,” ujarnya, Senin (27/4/2026).

Kondisi serupa kembali terjadi pada Kloter 4 dan Kloter 5. Bahkan di Kloter 5, dua jemaah dinyatakan sakit. Salah satu di antaranya menyebabkan pasangannya ikut menunda keberangkatan.

“Di kloter 5 ada dua jemaah yang sakit, dan karena yang sakit adalah suami, maka istrinya juga ikut menunda keberangkatan,” jelas Zulkifli.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Ketua DPRD Medan Wong Chun Sen Terima Kunjungan BKAD DPRD Bekasi, Bahas Solusi Sampah hingga Energi Listrik

Situasi ini berdampak pada adanya kursi kosong (open seat) di sejumlah kloter. Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kursi tersebut tidak dapat diisi oleh jemaah cadangan. Hal ini disebabkan sistem Nusuk yang digunakan oleh Arab Saudi telah resmi ditutup.

“Proses penggantian jemaah tidak memungkinkan lagi karena pembuatan Nusuk sudah ditutup. Kita tidak bisa memasukkan jemaah cadangan,” tegasnya.

Zulkifli menambahkan, pengisian kursi kosong dari kloter berikutnya juga sulit dilakukan karena faktor kesiapan jemaah serta proses administrasi yang tidak dirancang untuk kondisi mendadak.

Meski demikian, ia memastikan proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Medan secara umum berjalan lancar. Seluruh tahapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, distribusi dokumen, hingga pemberian biaya hidup (living cost), berlangsung sesuai prosedur.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Garuda Indonesia yang dinilai berhasil menjaga ketepatan waktu penerbangan selama proses embarkasi.

BACA JUGA: Lepas Kloter 1 Jemaah Haji Sumut, Sekdaprov: Jadilah Cerminan Terbaik Daerah di Tanah Suci

“Untuk Sumatera Utara, Garuda Indonesia mendapat apresiasi secara nasional karena layanan 100 persen tepat waktu, bahkan keberangkatan lebih awal dari jadwal,” ungkapnya.

Meski operasional berjalan mulus, kasus jemaah gagal berangkat ini menjadi catatan penting bagi penyelenggaraan haji tahun ini. Pihak embarkasi berharap ke depan ada kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang memungkinkan penggantian jemaah melalui kuota cadangan.

“Kita berharap ke depan ada kebijakan yang membuka peluang bagi jemaah cadangan untuk diberangkatkan,” pungkas Zulkifli. (KSC)

Pos terkait