KLIKSUMUT.COM | PAKPAK BHARAT – Memasuki 23 tahun usia pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat dari Kabupaten Dairi, persoalan akses pendidikan di pelosok masih menjadi perhatian warga. Salah satunya kondisi jalan menuju SD Negeri 036568 Sibongkaras, Desa Sibongkaras, Kecamatan Salak.
Jalan menuju sekolah tersebut dilaporkan dalam kondisi sangat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Senin, 5 Oktober 2026, akses menuju sekolah dipenuhi batu-batu besar, tanah longsor, licin dan memiliki tanjakan serta turunan yang terjal.
Kondisi jalan yang berada di kawasan hutan tersebut membuat perjalanan menuju sekolah menjadi perjuangan tersendiri bagi para guru maupun masyarakat.
Sejumlah kendaraan bahkan harus dituntun ketika melintasi titik-titik jalan yang rusak. Tidak jarang guru memilih berjalan kaki karena kondisi medan yang sulit dilalui kendaraan.
BACA JUGA: Dugaan Illegal Logging Marak di Kuta Jungak Pakpak Bharat, Warga Minta Polisi Bertindak
Guru Perempuan Hadapi Jalan Terjal dan Jurang
Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena di sisi jalan terdapat jurang yang cukup dalam. Bagi para guru yang setiap hari harus melewati akses tersebut, perjalanan menuju sekolah bukan sekadar persoalan waktu, tetapi juga menyangkut keselamatan.
Terlebih bagi guru perempuan yang harus melintasi jalan berbatu, licin dan terjal di tengah kawasan hutan.
Menurut keterangan yang dihimpun, guru-guru yang melintasi jalan tersebut tidak jarang mengalami kesulitan. Motor dapat terjatuh atau terbalik ketika melewati bebatuan, sementara pakaian mereka bisa terkena lumpur saat hujan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para guru untuk tetap datang dan mengajar anak-anak di SD Negeri 036568 Sibongkaras.
Perjuangan tersebut menjadi gambaran bagaimana para tenaga pendidik di daerah terpencil berupaya menjalankan tugasnya di tengah keterbatasan akses infrastruktur.
Petani Juga Kesulitan Membawa Hasil Panen
Persoalan jalan tidak hanya dirasakan para guru. Masyarakat Desa Sibongkaras juga mengaku kesulitan menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama ketika membawa hasil pertanian untuk dijual ke pasar.
Seorang warga Desa Sibongkaras yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan kondisi tersebut.
“Hingga saat ini kami seperti dianaktirikan, Bang, karena jalan menuju desa kami tidak pernah diperhatikan pemerintah. Kami sangat kesulitan kalau membawa hasil panen untuk dijual ke pasar karena kondisi jalan sangat parah,” ungkapnya.
Menurut warga, perbaikan akses jalan sangat dibutuhkan karena jalan tersebut menjadi salah satu jalur penting bagi aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas guru dan distribusi hasil pertanian.
Warga Minta Pemerintah Turun Langsung
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat dapat melihat secara langsung kondisi jalan menuju Desa Sibongkaras, khususnya akses menuju SD Negeri 036568 Sibongkaras.
Mereka meminta agar kondisi tersebut menjadi perhatian, mengingat akses jalan berkaitan langsung dengan keselamatan guru, kelancaran proses pendidikan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Warga juga berharap tidak perlu menunggu terjadinya kecelakaan atau korban akibat kondisi jalan yang sulit dilalui untuk dilakukan pembenahan.
BACA JUGA: Kantor Desa Tanjung Mulia Kosong Saat Jam Kerja, Warga Minta Kadis PMD Pakpak Bharat Evaluasi
Memasuki usia 23 tahun Kabupaten Pakpak Bharat, masyarakat di pelosok berharap pembangunan infrastruktur juga dapat dirasakan secara merata, termasuk di wilayah yang menjadi akses menuju fasilitas pendidikan.
Bagi para guru, jalan tersebut adalah rute yang harus ditempuh hampir setiap hari untuk menjalankan tugas mendidik generasi penerus.
Sementara bagi petani, jalan yang layak merupakan kebutuhan penting agar hasil bumi dapat dibawa ke pasar dengan lebih aman dan efisien.
Kini, perhatian dan langkah konkret pemerintah daerah terhadap kondisi akses menuju SD Negeri 036568 Sibongkaras menjadi harapan masyarakat Desa Sibongkaras. (KSC)
Reporter: Juniker Berutu








