Waspadai Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal

Waspadai Investasi Bodong dan Pinjol Ilegal
Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing.

MEDAN | kliksumut.com Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing  mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan mewaspadai memilih penawaran investasi dan menggunakan pinjaman online atau pinjol.

Pasalnya terdapat 3.989 investasi bodong yang mencakup pinjaman online (pinjol), dan unit usaha berkedok koperasi, perdagangan, dan travel umroh.

“Sedangkan yang memiliki izin sebanyak 102 pinjol,” kata Tongam, Jumat (17/6/2022).

BACA JUGA: Kunjugan Delegasi Perusahaan Swasta Belanda, Pemprov Sumut Sambut Baik Investasi Pertanian dan Energi Terbarukan

Bacaan Lainnya

Jadi, katanya bisa dibayangkan begitu banyak yang ilegal yang melakukan praktek tersebut melalui penawaran di media sosial.

Untuk itu Tongam menyebutkan pentingnya memahami literasi keuangan, agar tidak terjebak pada investasi bodong. 

Banyaknya masyarakat begitu mudah terjebak investasi dan pinjol ilegal, sebutnya itu terjadi  karena berbagai sebab.

Di antaranya, masyarakat tidak memahami literasi keuangan terkait tata cara peminjaman, aturan hukum, dan risiko yang dialami. Sehingga, mereka cenderung mendapatkan pinjaman yang sebenarnya ringan, namun praktek memberatkan.

“Rata-rata pinjol menawarkan pinjaman Rp 1 juta atau lebih, yang kemudian didapatkan separuh dari pinjaman dengan tempo 5 hari wajib dikembalikan,” katanya.

Jika peminjam tak mampu membayar, mereka akan menerima teror yang jadi ciri-ciri utama pinjol ilegal untuk menakuti agar pinjaman segera dilunasi.

BACA JUGA: Tren Investasi, Generasi Milenial Pilih Saham atau Reksadana

“Ini sudah banyak terjadi, sehingga kita berharap masyarakat tidak asal investasi, jangan sampai terjebak karena gampang dapat pinjaman,” pungkas Tongam.

Karenanya, Tongam meminta masyarakat walau butuh uang tapi harus cerdas, pahami aturannya dan pelajari apakah pinjolnya berbadan hukum, dan satu lagi jangan meminjam uang untuk gali lubang tutup lubang.

Mengantisipasi investasi bodong dan pinjol ilegal, OJK Regional 5 mendorong lembaga seperti Kominfo, Perbankan, Komisi Penyiaran Indonesia dan Kepolisian untuk menguatkan fungsi pengawasan, termasuk mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak investasi bodong. 

Tongam juga menyebutkan untuk mengetahui legalitasnya, masyarakat bisa mengetahuinya melalui layanan OJK. Selain itu konsumen bisa cek ke kontak OJK di 157 atau melalui aplikasi WhatsApp di nomor 081-157157157.(Swisma)

Pos terkait