KLIKSUMUT.COM | TAPANULI TENGAH ~ Warga Kelurahan Hutanabolon, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), masih bertahan dalam kondisi serba keterbatasan setelah banjir bandang melanda kawasan tersebut. Selama beberapa hari terakhir, sebagian warga mengaku hanya mengandalkan mie instant bantuan pemerintah untuk bertahan hidup.
Banjir bandang yang menerjang permukiman warga menyapu bersih rumah dan harta benda mereka, menyisakan hanya pakaian yang melekat di badan.
BACA JUGA: Update Bencana Tapteng: 122 Tewas, Puluhan dalam Pencarian
“Kalau bisa ada bantuan lain, selain Indomie,” ujar Boru Sibuea, salah seorang warga terdampak, Rabu (17/12/2025).
Bantuan Pangan dan Pakaian Layak Pakai
Selain bantuan pangan, warga menerima sejumlah pakaian bekas layak pakai yang diberikan oleh relawan kemanusiaan. Bantuan ini menjadi satu-satunya sandaran warga di tengah keterbatasan, selain logistik yang disalurkan Pemerintah Kabupaten Tapteng sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.
BACA JUGA: Bupati Tapteng Terbitkan Surat Edaran Larang Naikkan Harga dan Timbun Sembako Pascabencana
Hingga lebih dari tiga minggu pascabanjir, kondisi di sejumlah titik masih memprihatinkan. Warga secara bergotong royong membersihkan sisa lumpur, puing kayu, serta material lain yang terbawa arus banjir bandang, meski mereka hanya menggunakan peralatan seadanya.
“Kami bingung harus berbuat apa dengan kondisi seperti ini,” keluh Boru Sibuea.
Warga Tetap Waspada dengan Cuaca
Cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat menambah kecemasan warga. Khususnya bagi mereka yang bermukim di kawasan daerah aliran sungai (DAS), kewaspadaan terus menyelimuti aktivitas sehari-hari karena ancaman banjir susulan masih mengintai. (KSC)
REPORTER: Benny Setiawan








