Walau Sudah Vaksin, Waliyono Tetap Lakukan Prokes

Walau Sudah Vaksin, Waliyono Tetap Lakukan Prokes
Waliyono, S.Sos

MEDAN | kliksumut.com Awal pandemi, bulan Maret 2020 yang melanda Indonesia. Hal ini membuat kehidupan masyarakat berubah drastis karena tekanan yang datang dari berbagai penjuru, termasuk dari aktivitas yang dikerjakan secara online maupun offline. Namun, bagi pria bernama lengkap Waliyono,S.Sos ini menyikapi wabah dunia ini dengan tetap berdoa kepada Allah SWT agar segera berakhir dari tanah air.

Selama masa pandemi, dirinya tetap setia dengan prokes sesuai dengan aturan pemerintah. Prokes juga diterapkan dalam keluarga sehingga agar tetap sehat sehingga terhindar dari paparan virus yang membahayakan jiwa manusia.
Pria yang dilahirkan di Galang, Deli Serdang, Sumatera Utara ini, tetap setia memakai masker dalam aktivitas sehari-hari. Himbauan pemerintah agar semua orang baik yang sehat atau sakit agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Pasalnya maskermu melindungiku dan maskermu melindungku agar terhindar dari paparan virus Covid-19.

BACA JUGA: Presiden Partai Indonesia Terang Konsolidasi Ke Sumut

Bacaan Lainnya

“Penting bagi masyarakat untuk mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Di masa pandemi ini, sangat disarankan untuk mencuci tangan dan sangat disarankan untuk mencuci tangan setelah bepergian keluar rumah atau setelah berjabat tangan dengan orang lain,” jelas Waliyono, Minggu (24/10/2021) yang memiliki panggilan nama depannya Wali.

Hal ini membuat Wali dari anak ragil dari lima bersaudara yang berkecampung di dunia partai politik ini, tetap menyediakan handsanitizer dalam mobil dan dalam saku celana sebagai media untuk mencuci tangan selama menjalankan aktivitas sehari-hari.

Bahkan Wali yang berprofesi sebagai pengusaha ini selalu setia untuk menjaga jarak saat di tempat dan fasilitas umum dengan menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplets dari orang yang bicara, batuk, atau bersin, serta menghindari kerumunan, keramaian, dan berdesakan.

“Ayo kita terapkan prokes dengan gerakan 5M dalam kegiatan di rumah maupun di luar rumah untuk mencegah penularan dan penyebaran virus Covid-19 dalam lingkungan masyarakat, khususnya lingkungan keluarga. Selain itu, jangan lupa untuk selalu menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari infeksi salah satunya dengan rutin mengonsumsi air putih dan tetap berolahraga,” sebut Wali yang memiliki 3 orang putra.

Selain itu, Wali yang selalu serius ini tetap setia menjauhi kerumunan merupakan salah satu gerakan prokes yang juga harus dilakukan. Hal ini sesuai dengan anjuran pemerintah, masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Apalagi semakin banyak dan sering bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.

Anak dari pasangan Almarhum Yahman dan Rohana (67) ini yang memiliki seorang istri bernama Ika Fatriya, S.Sos (34) dan ketiga putranya bernama Raki Zakwan Waliyono (8), Athar Gibran Waliyono (5) dan Muhammad Zahfran Waliyono (2) mengurangi mobilitas dengan tetap berada di rumah bersama keluarga usai pulang beraktivitas. Pasalnya, virus penyebab Covid-19 dapat berada di mana saja. Jadi, semakin banyak menghabiskan waktu di luar rumah, maka semakin tinggi pula terpapar virus tersebut.

BACA JUGA: HUT Ke-5 KLIKSUMUT.COM Semangat Baru dengan Terverifikasi Faktual Dewan Pers

“Pemerintah Indonesia terus berupaya mengatasi pandemi Covid-19, dengan menargetkan kekebalan imunitas (herd imunity) terhadap Covid-19 bisa tercapai pada akhir 2021. Vaksinasi telah dimulai 13 Januari 2021. Vaksinasi merupakan tindakan untuk memasukkan vaksin ke tubuh manusia guna mendapatkan reaksi respons imun menghasilkan antibodi. Diharapkan dengan program vaksinasi tersebut, antibodi atau imunitas dalam tubuh terbentuk sehingga mampu mengatasi virus penyebab Covid-19,” jelas Wali lagi, agar semua orang ikut di vaksin.

Wali juga menjelaskan bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sampai saat ini masih diberlakukan hampir di seluruh wilayah Indonesia untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus positif Covid-19. Hal ini bukan hal yang mudah, karena selain regulasi yang dikeluarkan pemerintah, tentunya kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat untuk patuh dan taat prokes sangat dibutuhkan. Apalagi kota Medan berlaku PPKM telah turun level II dari level IV.

“Meskipun kota Medan sudah turun level PPKM. Kebijakan penerapan PPKM adalah sesuatu yang tidak dapat dihindari guna menekan laju penularan Covid-19, serta mengendalikan kapasitas rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 agar tidak over capacity,” harap Wali biar pandemi ini selesai. (Ika)

 

Pos terkait