Virus Corona Terus Meningkat di Seluruh Dunia

Vaksin Virus
Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi RI memperkirakan perlu setidaknya Rp26,4 triliun untuk memproduksi vaksin Covid-19. (Foto: ilustrasi).
Vaksin Virus
Konsorsium Penelitian dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Teknologi RI memperkirakan perlu setidaknya Rp26,4 triliun untuk memproduksi vaksin Covid-19. (Foto: ilustrasi).

kliksumut.com – Kini dunia masih dalam situasi mencekam atas kasus virus corona yang terkonfirmasi di seluruh dunia telah melampaui 13 juta hingga 570 ribu kematian. Hal ini Amerika terus berupaya dan menyatakan telah memperoduksi vasksin potensial pada akhir musim panas ini.

Sementara itu semakin banyak pemerintah negara-negara yang memberlakukan, atau memberlakukan kembali, pedoman karantina dan social distancing yang ketat untuk menghentikan penyebaran penyakit ini.

Melansir dari saluran berita keuangan berbasis di AS CNBC, Senin (13/7) melaporkan bahwa seorang pejabat senior pemerintahan Presiden AS Donald Trump memberitahu wartawan bahwa proses pembuatan telah berlangsung meskipun mereka tidak tahu pasti vaksin mana, kalau pun ada yang efektif. Pejabat itu dikutip mengatakan pemerintahan Trump telah membeli peralatan, mengamankan lokasi-lokasi pembuatan dan membeli bahan baku.

CNBC menyatakan dua perusahaan yang terlibat dalam pembuatan vaksin baru yang potensial, Moderna dan Johnson & Johnson, diperkirakan akan memulai uji tahap akhir pada manusia bagi vaksin-vaksin potensial itu pada akhir bulan ini.

Baca juga : Kini Sudah 2.497 Orang Positif Corona di Sumatera Utara

Bacaan Lainnya

Seperangkat pedoman social distancing baru yang berlaku hari Selasa (14/7) di Hong Kong mencakup kewajiban mengenakan masker bagi mereka yang menggunakan kendaraan umum, dengan pelanggar diancam denda hingga 645 dolar. Restoran dilarang menawarkan layanan makan di dalam ruangan setelah pukul 6 sore dan pusat-pusat kebugaran, bioskop serta bar-bar karaoke kembali diperintahkan untuk tutup, sebagai respons atas perintah baru yang diumumkan Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, yang membatasi pertemuan kelompok dari 50 orang menjadi empat orang.

Pusat keuangan Asia ini melaporkan 52 kasus Covid-19 terkukuhkan baru pada hari Senin (13/7), termasuk 41 di antaranya yang tertular secara lokal. Ini mendorong pihak berwenang untuk mengeluarkan peringatan mengenai kemungkinan wabah berskala besar. Kota ini telah melaporkan lebih dari 1.500 kasus virus corona sejak pandemi mulai merebak.

Di Australia, negara bagian Victoria mencatat 270 kasus baru Covid-19 hari Selasa, termasuk dua kematian, menyebabkan total kasus menjadi 10.251 dengan 110 kematian. Ibu kota Victoria, Melbourne, kini dalam pekan pertama dari enam pekan lockdown yang diberlakukan karena peningkatan kasus baru Covid-19 yang mengkhawatirkan. Warga diperintahkan untuk tinggal di rumah kecuali untuk bekerja, sekolah, ke dokter, atau berbelanja makanan.

Baca juga : Vaksin Virus Corona, Bill Gates Minta Distribusikan dan Tidak Untuk Bisnis

Negara bagian tetangganya, New South Wales, telah memberlakukan seperangkat restriksi baru yang ketat terhadap bar-bar sebagai respons atas ditemukannya 21 kasus baru Covid-19 di sebuah bar populer di Sydney. Restriksi baru ini membatasi pemesanan tempat oleh grup hanya untuk 10 orang dan membatasi jumlah hadirin di tempat-tempat acara besar menjadi 300 orang.

Mengenakan masker wajah di pasar swalayan dan toko-toko di Inggris akan diwajibkan mulai pekan depan, demikian diumumkan kantor PM Boris Johnson hari Senin. Penutup wajah telah diwajibkan di bus-bus dan kereta-kereta bawah tanah di London dan kota-kota Inggris lainnya. Negara-negara Eropa lainnya, termasuk Jerman, Yunani, Italia dan Spanyol, telah mewajibkan penggunaan masker wajah di toko-toko.
PM Inggris Boris Johnson, mengenakan masker berbincang dengan paramedis Cindy Fu saat meninjau Layanan Ambulans London “NHS Trust”, 13 Juli 2020.

Di AS, yang mencatat lebih dari 60 ribu penularan baru pada hari Senin (13/7), lebih dari 30 negara bagian yang menghadapi peningkatan dramatis kasus virus corona per hari, memaksa banyak di antara mereka yang mengubah rencana untuk membuka kembali ekonomi mereka, setelah menutupnya pada fase awal perebakan wabah ini.

Gubernur California Gavin Newsom, Senin (13/7) memperluas penutupan bar, pusat-pusat kebugaran, gereja, tempat-tempat hiburan dari 19 kabupaten menjadi ke seluruh kabupaten. Negara bagian tetangganya, Oregon, telah melarang pertemuan lebih dari 10 orang dan mewajibkan penggunaan masker bagi seluruh warga Oregon.

Di Hawaii, Gubernur David Ige, Senin (13/7) mengumumkan negara bagiannya menangguhkan rencana untuk melonggarkan ketentuan karantinanya bagi sejumlah turis dari Amerika daratan. Tujuan wisata populer ini telah mewajibkan seluruh pengunjungnya untuk menjalani 14 hari karantina sejak wabah itu merebak. Pemerintah telah berencana untuk membuat pengecualian bagi siapapun yang dites negatif bagi Covid-19 dalam 72 jam menjelang keberangkatan mereka, mulai 1 Agustus mendatang.

Gubernur Ige menunda peraturan yang direvisi itu hingga 1 September karena kenaikan dramatis kasus baru di banyak negara bagian, yang katanya juga telah menyebabkan penundaan serius dalam pengetesan.

sumber : voaindonesia.com

Pos terkait