KLIKSUMUT.COM | LANGKAT – Puncak kekecewaan ratusan warga Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat akhirnya meledak dalam aksi penutupan akses jalan yang berlangsung dari sore hingga malam hari, Kamis (28/5/2026).
Warga memblokade total badan jalan menggunakan kayu, batang pohon, dan ban bekas sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan rusak parah yang sudah bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki.
Aksi tersebut viral di media sosial setelah arus lalu lintas lumpuh total. Massa menyatakan jalan hanya akan dibuka apabila Bupati Langkat atau perwakilan pemerintah datang langsung dan memberikan kepastian terkait perbaikan jalan.
Menanggapi desakan warga, Syah Afandin langsung turun menemui masyarakat di Aula Kantor Desa Sambirejo, Jumat (29/5/2026). Dalam pertemuan itu, Bupati meminta maaf kepada warga sekaligus memastikan Jalan Sambirejo masuk prioritas utama perbaikan dengan anggaran sekitar Rp31 miliar.
Aksi penutupan jalan dipicu kondisi ruas Jalan Sambirejo yang dinilai sangat memprihatinkan. Jalan dipenuhi lubang besar, berdebu tebal saat dilalui kendaraan, dan disebut telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas.
Warga mengaku sudah terlalu lama bersabar menghadapi kondisi tersebut. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, jalan rusak juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Bahkan, menurut warga, sejumlah kecelakaan yang terjadi di lokasi disebut telah menelan korban jiwa.
“Kami hanya ingin jalan ini diperbaiki. Jangan tunggu ada korban lagi baru bergerak. Jalan yang baik itu hak kami, bukan pemberian,” ujar salah seorang warga dengan nada kesal.
Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan debu tebal yang beterbangan setiap kendaraan melintas. Kondisi itu dianggap mengganggu kesehatan, aktivitas warga, hingga merugikan pedagang di sepanjang jalan utama Desa Sambirejo.
Sehari setelah aksi berlangsung, Syah Afandin langsung menemui warga untuk mendengar keluhan secara langsung.
BACA JUGA: Sinergi Pemerintah dan Insan Pers Kian Erat, Bupati Asahan Sambut Pengurus Baru Forwaka
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan tiga persoalan utama yang selama ini menjadi perhatian warga, yakni dampak debu yang mengganggu kesehatan, kerusakan jalan akibat kendaraan pengangkut material galian C, serta minimnya lampu penerangan jalan.
Di hadapan warga, Syah Afandin mengakui kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Langkat memang masih memprihatinkan.
“Kita ketahui bersama, hampir 50 persen jalan di Kabupaten Langkat mengalami kerusakan. Jalan Sambirejo ini juga sudah masuk agenda perbaikan tahun ini, salah satu yang akan mengucurkan dana terbesar sekitar Rp31 miliar,” ujar Syah Afandin.
Pernyataan tersebut langsung disambut antusias warga yang selama ini menunggu kepastian dari pemerintah daerah.
Tak hanya menjanjikan perbaikan jangka panjang, Bupati Langkat juga langsung mengambil langkah cepat untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.
Di hadapan warga, Syah Afandin langsung menghubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan memerintahkan penyiraman jalan secara rutin guna mengurangi debu.
“Saya sudah perintahkan Kepala DLH untuk menyiram jalan rutin demi mengurangi debu. Kendaraan galian C dilarang lewat jam 6 sampai 8 pagi demi keselamatan anak sekolah dan warga,” tegasnya.
Selain itu, Pemkab Langkat juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terkait pembatasan tonase kendaraan pengangkut material yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Pemerintah juga memastikan segera melakukan koordinasi untuk pemasangan serta perbaikan lampu penerangan jalan demi meningkatkan keselamatan warga pada malam hari.
Pertemuan antara warga dan pemerintah berlangsung dalam suasana hangat dan kondusif. Setelah adanya kepastian terkait perbaikan jalan serta langkah konkret dari pemerintah daerah, warga akhirnya membuka kembali akses jalan yang sebelumnya diblokade.
BACA JUGA: SKK Migas–EMP Gebang Salurkan 35 Hewan Qurban ke Sejumlah Titik di Langkat
Peristiwa di Desa Sambirejo menjadi cerminan kuat bahwa infrastruktur jalan yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak boleh diabaikan.
Komitmen Pemkab Langkat dengan anggaran Rp31 miliar untuk Jalan Sambirejo kini menjadi harapan baru bagi warga agar persoalan jalan rusak yang selama ini dikeluhkan segera teratasi demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (KSC)
REPORTER: Dody Ariandi








