Transaksi Ekonomi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Saat Ramadhan 1447 H, Program “Mudik ke Jakarta” Jadi Penggerak

Transaksi Ekonomi Jakarta Tembus Rp21 Triliun Saat Ramadhan 1447 H, Program “Mudik ke Jakarta” Jadi Penggerak
Gubernur DKI Jakarta,

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa nilai transaksi ekonomi di Ibu Kota selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah telah menembus angka fantastis, yakni Rp21 triliun.

Capaian ini tercatat sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan program unggulan bertajuk “Mudik ke Jakarta” yang dimulai sejak awal Ramadhan 2026.

Menurut Pramono, program tersebut dirancang untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat magnet wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi selama bulan suci.

“Tadi saya diberikan laporan dari Asisten Perekonomian dan Keuangan, transaksi di Jakarta sudah Rp21 triliun,” ujar Pramono kepada wartawan di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jumat (20/3/2026).

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa nilai transaksi tersebut berasal dari berbagai sektor strategis.

Mulai dari ritel, pusat perbelanjaan, hingga industri perhotelan, semuanya mengalami lonjakan signifikan selama Ramadhan.

BACA JUGA: Pemerintah Perkuat Ketahanan Fiskal dan Siapkan Strategi Antisipasi Kenaikan Harga Energi

Salah satu kontributor terbesar berasal dari aktivitas perdagangan di Pasar Tanah Abang, yang dikenal sebagai pusat grosir terbesar di Asia Tenggara.

Bacaan Lainnya

“Cut-off hari ini, 20 Maret, transaksi sudah di atas Rp21 triliun. Sumbernya dari ritel, pusat perbelanjaan, Tanah Abang, hingga perhotelan,” jelas Eliawati.

Lonjakan transaksi ini juga tidak lepas dari strategi Pemprov DKI Jakarta yang menggelar program lomba diskon di berbagai pusat perbelanjaan.

Program tersebut terbukti efektif meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menarik wisatawan domestik untuk datang dan berbelanja di Jakarta selama Ramadhan.

Eliawati menambahkan, capaian Jakarta ini jauh melampaui kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Sebagai perbandingan: Semarang mencatat transaksi sekitar Rp8,46 miliar dan Surabaya berada di kisaran Rp6 miliar. Perbedaan yang signifikan ini semakin menegaskan dominasi Jakarta sebagai pusat ekonomi nasional.

BACA JUGA: Masjid Nurul Huda Subang Jadi Rest Area Favorit Pemudik Pantura saat Mudik Idulfitri 2026

Dengan capaian transaksi yang menembus Rp21 triliun, Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai episentrum ekonomi Indonesia, khususnya pada momentum Ramadhan hingga Idulfitri.

Program “Mudik ke Jakarta” dinilai menjadi inovasi baru yang berhasil mengubah pola pergerakan masyarakat—tidak hanya keluar kota, tetapi juga masuk ke ibu kota untuk berwisata dan berbelanja.

Ke depan, Pemprov DKI Jakarta optimistis tren positif ini akan terus meningkat dan memberikan dampak luas bagi pertumbuhan ekonomi nasional. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait