Sebelumnya, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Perbaungan, Sahara Andini mengatakan simulasi proses belajar mengajar tatap muka ini dilakukan dari jam 8 sampai jam 10.
“Teknisnya, para siswa akan diperiksa suhu tubuhnya, lalu dilakukan penyemprotan disinvektan mulai dari gerbang masuk sekolah. Setelah itu mencuci tangan saat mau masuk ke kelas, dan duduknya juga dilakukan zig zag. Yang masuk juga dibatasi, hanya maksimal 20 siawa perkelas,” jelasnya.
Para siswa juga diharuskan membawa bekal dari rumah mulai dari makanan dan minuman dan saat pulang dilakukan secara bergiliran sesuai dengan kelasnya.
BACA JUGA:LBH Medan Minta Gubernur Tindak Tegas Kadis Ketenagakerjaan Provinsi Sumut Atas Lambatnya Proses Pengaduan Buruh
“Para siswa tidak diperbolehkan kalau tidak bawa minum, tidak boleh pinjam alat belajar, seperti pulpen, buku dan lainnya. Guru juga kita siapkan 1 spidol 1 guru. Para siswa juga hanya masuk 2 hari, sisanya dibekali tugas dan ditentukan jadwal kembali ke loker. Pulangnya dari pintu belakang jadi tidak berkerumun,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Pendidikan Sei Rampah Dinas Pendidikan Sumatera Utara Yedi Efendi Sipayung memuji simulasi proses belajar mengajar tatap muka di wilayah Sergai. Bahkan ia menyampaikan salam dari Kadis Pendidikan Sumatera Utara yang menyatakan penerapan prokes pada siswa berjalan dengan baik.
“Sergai ini The Best pak. Ini salah satu daerah yang The Best pelaksanaan simulasinya. Kita harap ini terus berjalan agar mutu pendidikan kita yang terus membaik,” pujinya.
Ali Akbar, salah satu siswa kelas 8 SMP Negeri 1 Perbaungan yang mengaku merasa rindu akan bersekolah.
“Sejak pertama masuk sekolah kelas 7 belum pernah merasakan sekolah tatap muka. Sejak kelas 7 gak pernah sekolah langsung. Hanya dari daring,” ungkapnya.
Ia mengaku yang paling dirindukannya dengan sekolah adalah bisa bertemu dengan teman-teman sekelasnya.
“Sangat merindukan untuk berjumpa dengan teman-teman dan faham dengan materi yang disampaikan guru. Selama ini hanya sekolah sehari sekali sisanya daring,” jelasnya.(Budi Lubis)








