SMSI Sumut Apresiasi Tim Riset UMA dan UISU, Desain UKW Media Siber Dorong Literasi SEO Wartawan

Tim riset Universitas Medan Area (UMA) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) yang mengembangkan desain model Uji Kompetensi Wartawan (UKW) khusus media siber. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberikan apresiasi terhadap tim riset Universitas Medan Area (UMA) dan Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) yang mengembangkan desain model Uji Kompetensi Wartawan (UKW) khusus media siber.

Penelitian tersebut dinilai relevan dengan perkembangan industri pers digital, terutama dalam meningkatkan kemampuan wartawan memahami Search Engine Optimization (SEO), algoritma mesin pencari, sekaligus memastikan produk jurnalistik tetap berpegang pada etika dan hukum pers.

Apresiasi itu disampaikan Ketua SMSI Sumut Erris Julietta Napitupulu saat menghadiri Workshop Desain Model UKW Khusus Media Siber yang digelar di Grand Sakura Hotel, Medan, Sabtu (22/8/2026).

BACA JUGA: SMSI dan MA Kerja Sama Cetak Mediator Bersertifikat

“Kami SMSI Sumut mendukung penelitian ini dengan hadirnya SMSI dari berbagai daerah di Sumatera Utara. Kami sampaikan apresiasi kepada tim peneliti bahwa ini pertama dilakukan di Sumatera Utara, di mana tentunya SMSI mempunyai peran strategis dalam mengimplementasikan SEO untuk peningkatan keterampilan wartawan,” kata Erris.

Bacaan Lainnya

SMSI Dinilai Strategis dalam Pengembangan Media Siber

Menurut Erris, perkembangan media siber tidak hanya menuntut wartawan mampu menghasilkan berita secara cepat dan akurat, tetapi juga memahami bagaimana sebuah produk jurnalistik dapat ditemukan dan menjangkau pembaca melalui mesin pencari.

Karena itu, pemahaman SEO dinilai semakin penting bagi wartawan dan pengelola media siber. Namun, penerapan SEO tersebut tetap harus ditempatkan dalam koridor jurnalistik yang mengedepankan akurasi, keberimbangan, etika serta kepatuhan terhadap hukum pers.

Erris juga mengungkapkan sejumlah capaian SMSI yang menunjukkan besarnya ekosistem media siber yang berada dalam organisasi tersebut.

Hingga saat ini, SMSI telah memperoleh tiga rekor MURI. Salah satunya diberikan atas kecepatan, daya sebar, dan jumlah media siber yang memuat opini “Mendambakan Keadilan Sosial”, yang melibatkan 571 media dalam waktu 7,5 jam.

SMSI juga tercatat sebagai organisasi perusahaan pers siber dengan jumlah anggota terbanyak di dunia, yakni sekitar 3.500 anggota yang tersebar di 34 provinsi.

Selain itu, SMSI baru-baru ini menerima penghargaan atas aksi donor darah serentak di 33 provinsi dalam rangka HUT ke-7 SMSI. Kegiatan tersebut diberitakan oleh sekitar 1.300 media online.

“Atas capaian tersebut, SMSI tentunya tidak sekadar sebagai sampel penelitian seperti yang dilakukan tim riset saat ini, tetapi berperan penting dalam ikut serta merumuskan desain model implementasi SEO yang diwujudkan dalam produk jurnalistik, tidak hanya memperoleh profit tetapi juga memperhatikan etika dan hukum pers,” ujar Erris.

Riset UMA dan UISU Fokus pada SEO dan Kompetensi Wartawan

Penelitian yang menjadi pembahasan dalam workshop tersebut mengangkat judul “Implementasi SEO untuk Peningkatan Keterampilan Wartawan Menghasilkan Produk Jurnalistik dengan Konten Etika dan Hukum Pers untuk Keberlanjutan Media Siber.”

Tim penelitian dipimpin Dr. Dedi Sahputra dari Universitas Medan Area (UMA), dengan anggota Dr. Zakaria Siregar dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) serta Dr. Fauji Wikanda dari Universitas Medan Area (UMA).

Dalam pemaparannya, Dr. Dedi Sahputra menjelaskan bahwa perkembangan algoritma Google yang sangat dinamis membuat wartawan dan pengelola media siber perlu memiliki pemahaman teknis dalam mengemas produk jurnalistik.

Menurutnya, berita tidak cukup hanya ditulis dengan baik, tetapi juga perlu dikemas agar ramah terhadap mesin pencari atau SEO friendly, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip jurnalistik.

“Sistem algoritma di Google sangat dinamis sehingga memerlukan teknis khusus dalam mengemas produk jurnalistik yang ramah mesin pencarian atau SEO friendly,” jelas Dedi dalam materi workshop Desain Model UKW Khusus Media Siber.

Puluhan Ribu Media Siber Hadapi Persaingan Trafik

Dedi menyebutkan, pertumbuhan media siber di Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dari sisi keberlanjutan ekonomi dan persaingan mendapatkan trafik pembaca.

Ia menyampaikan terdapat lebih dari 51.000 media siber, sementara jumlah wartawan tersertifikasi mencapai 16.245 orang. Dari jumlah tersebut, menurut data yang dipaparkannya, sekitar 9.409 wartawan tersertifikasi berasal dari media siber.

Dedi juga menyoroti belum adanya porsi khusus untuk pengujian SEO dalam UKW yang selama ini menjadi salah satu aspek penting dalam pengelolaan produk jurnalistik digital.

“0 persen ujian SEO di UKW karena modul UKW PWI saat ini mengabaikan uji spesifik mengenai SEO dan literasi algoritmik,” ungkap Dedi.

Kondisi tersebut, menurutnya, menunjukkan perlunya penyesuaian kompetensi wartawan dengan karakteristik industri media digital yang terus berkembang.

SEO Harus Berjalan Bersama Etika dan Hukum Pers

Meski SEO menjadi bagian penting dalam strategi distribusi berita, Dedi menegaskan bahwa kemampuan teknis tersebut tidak boleh menggeser prinsip dasar jurnalistik.

Wartawan dan editor tetap harus memahami etika serta hukum pers sebelum sebuah produk jurnalistik dipublikasikan kepada masyarakat.

Kemampuan mengoptimalkan judul, struktur berita, kata kunci, metadata, tautan internal hingga aspek teknis lainnya harus berjalan beriringan dengan akurasi fakta, verifikasi, keberimbangan dan tanggung jawab pers.

Karena itu, tim riset mendorong agar literasi SEO menjadi bagian dari materi uji formal dalam jenjang UKW, dengan tingkatan kompetensi yang disesuaikan dengan jenjang kewartawanan.

Untuk wartawan muda, kompetensi SEO diarahkan pada aspek eksekusi. Sementara wartawan madya diarahkan pada kemampuan strategi, sedangkan wartawan utama diarahkan pada kemampuan kebijakan.

Desain UKW Khusus Media Siber Dinilai Relevan

Workshop Desain Model UKW Khusus Media Siber tersebut menjadi ruang untuk membahas kebutuhan kompetensi wartawan di tengah perubahan ekosistem media.

Perubahan pola konsumsi informasi membuat wartawan tidak lagi hanya dituntut mampu menghasilkan berita yang cepat dan faktual. Mereka juga perlu memahami bagaimana berita didistribusikan melalui mesin pencari dan platform digital.

BACA JUGA: Bupati Buka Muskab I SMSI Sergai, Zuhari Kembali Terpilih Jadi Ketua

Dengan demikian, desain UKW khusus media siber diharapkan mampu menjawab kebutuhan industri pers digital tanpa menghilangkan prinsip-prinsip utama jurnalistik.

Bagi SMSI Sumut, keterlibatan organisasi perusahaan pers dalam penelitian tersebut juga menjadi bagian penting untuk memastikan model kompetensi yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan media siber di lapangan.

Penguatan kompetensi SEO, literasi algoritma, etika jurnalistik dan pemahaman hukum pers diharapkan dapat menghasilkan wartawan yang tidak hanya mampu meningkatkan jangkauan pemberitaan, tetapi juga mampu menjaga kualitas serta kredibilitas produk jurnalistik. (KSC)

Pos terkait