Sekdaprov Sumut Tegaskan Pentingnya Higienitas dan Ketersediaan Bahan Pangan dalam Program MBG

Sekdaprov Sumut Tegaskan Pentingnya Higienitas dan Ketersediaan Bahan Pangan dalam Program MBG
DIALOG INTERAKTIF: Sekda Sumu) Togap Simangunsong membuka acara Dialog Interaktif dengan tema ‘Sinergi Antar OPD Pemerintah Provinsi Sumut sebagai Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mendukung Program MBG’ di Ballroom Grand Mercure Hotel Maha Cipta Jl. Sutomo, Medan, Kamis (9/10/2025). (FOTO: Diskominfo Sumut/Alexander AP Siahaan).

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas nasional. Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, menegaskan pentingnya pengawasan terhadap ketersediaan bahan makanan serta standar higienitas makanan dalam distribusi program MBG, khususnya untuk anak-anak sekolah.

Hal tersebut disampaikan Togap saat membuka kegiatan Dialog Interaktif “Sinergi Antar OPD Pemerintah Provinsi Sumut sebagai Satgas MBG dalam Mendukung Program MBG”, yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), di Ballroom Grand Mercure Medan, Kamis (9/10/2025).

BACA JUGA: Cegah Keracunan Makanan, Pemprov Sumut Perketat Sertifikasi dan Pengawasan Dapur MBG

“Saya minta agar pelaksanaan program MBG di Sumut benar-benar memperhatikan aspek kebersihan dan higienitas makanan. Kita tidak ingin terjadi kasus keracunan seperti di daerah lain. Pengawasan dari setiap SPPG (Satuan Pelaksana Program Gizi) sangat krusial,” ujar Togap tegas.

360 Dapur MBG Aktif di Sumut
Togap mengungkapkan bahwa hingga Oktober 2025, terdapat 360 dapur MBG atau SPPG yang telah beroperasi di seluruh wilayah Sumut. Dapur-dapur ini bertugas menyediakan menu bergizi untuk anak-anak, terutama pelajar, sebagai bagian dari upaya nasional menekan angka stunting dan meningkatkan gizi masyarakat.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Gubernur Bobby Nasution Siap Sukseskan Program MBG, KMP, dan SR di Sumut

Menurutnya, selain berdampak pada peningkatan status gizi anak-anak, program ini juga membuka peluang ekonomi baru, khususnya bagi pelaku usaha bahan pangan lokal dan pelaku UMKM yang terlibat dalam rantai pasok MBG.

“Program ini bukan hanya soal gizi, tapi juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Oleh karena itu, kita harus memastikan setiap dapur MBG menjalankan tugasnya sesuai standar,” tambahnya.

BACA JUGA: 33 Pemkab/Pemko se-Sumut Teken Nota Kesepahaman, Gubernur Sumut Dorong Percepatan Pengadaan Sarana SPPG Program MBG

Fokus pada Menu Seimbang dan Sertifikasi Higienis
Togap Simangunsong juga menekankan bahwa setiap dapur MBG wajib mengikuti pedoman sertifikasi higienis dari Kementerian Kesehatan. Menu makanan yang disajikan harus mencakup karbohidrat, protein nabati dan hewani, buah-buahan, serta susu, untuk memastikan kebutuhan gizi harian anak-anak terpenuhi secara optimal. (KSC)

Pos terkait