Satu Kolaborasi, Sejuta Energi: Meneguhkan Sinergi Daerah di Usia ke-78 Sumatera Utara

Satu Kolaborasi, Sejuta Energi: Meneguhkan Sinergi Daerah di Usia ke-78 Sumatera Utara
eringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara pada 15 April 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. (kliksumut.com/ist)

KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Peringatan Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara pada 15 April 2026 tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat arah pembangunan daerah di tengah tantangan zaman.

Rapat Paripurna Istimewa yang digelar di Gedung DPRD Sumut, Medan, menghadirkan jajaran kepala daerah, tokoh masyarakat, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dalam suasana khidmat sekaligus penuh makna.

Mengusung tema “Satu Kolaborasi, Sejuta Energi”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah sebagai fondasi utama dalam mendorong kemajuan Sumatera Utara menuju visi Indonesia Emas 2045.

BACA JUGA: Wajah Baru Pendidikan Digital: Disdik Asahan Resmi Luncurkan Podcast “Asahan Cerdas”

Di tengah dinamika global dan kompleksitas pembangunan, sinergi antar pemerintah daerah dinilai bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam pidatonya menyoroti perjalanan panjang provinsi ini sejak dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1948.

Dengan 33 daerah otonom yang terdiri dari 25 kabupaten dan 8 kota, Sumatera Utara kini menjelma sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi strategis di kawasan barat Indonesia.

“Tantangan pembangunan ke depan menuntut pendekatan kolaboratif yang konkret, terutama dalam penguatan infrastruktur dan percepatan hilirisasi sektor unggulan seperti pertanian, industri, dan pariwisata. Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan merata,” tuturnya.

Namun demikian, Gubernur juga mengingatkan adanya persoalan mendasar yang perlu segera ditangani, khususnya terkait kualitas sumber daya manusia. Tingginya angka penyalahgunaan narkoba di Sumatera Utara disebut sebagai ancaman serius yang membutuhkan langkah terpadu lintas sektor.

Sejalan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Asahan menyatakan komitmennya untuk menjadi bagian aktif dalam mendukung agenda pembangunan provinsi. Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan bahwa pihaknya siap menyelaraskan program daerah dengan kebijakan strategis yang ditetapkan di tingkat provinsi.

Ia menilai, Kabupaten Asahan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan, mulai dari sektor pertanian hingga sumber daya manusia, yang dapat dioptimalkan melalui pendekatan kolaboratif. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Momentum hari jadi ini harus dimaknai sebagai penguat komitmen bersama. Asahan siap menjadi bagian dari energi pembangunan Sumatera Utara dengan mengedepankan semangat persatuan dan gotong royong,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA: Wajah Baru Pendidikan Digital: Disdik Asahan Resmi Luncurkan Podcast “Asahan Cerdas”

Selain menjadi ajang refleksi, rapat paripurna tersebut juga diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat berprestasi serta apresiasi kepada para mantan pemimpin daerah yang dinilai berjasa dalam meletakkan dasar pembangunan Sumatera Utara.

Rangkaian acara ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang provinsi ini yang tetap terjaga stabilitasnya hingga memasuki usia ke-78 tahun. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dari latar belakang yang beragam turut menegaskan karakter Sumatera Utara sebagai wilayah yang majemuk, namun tetap bersatu dalam tujuan pembangunan bersama.

Peringatan ini pada akhirnya menjadi pengingat bahwa kemajuan daerah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang berkelanjutan—menghimpun berbagai kekuatan menjadi satu energi besar untuk masa depan yang lebih baik. (KSC)

Pos terkait