Rusia Minta Izin Tempatkan Pesawat Tempur di Papua, Indonesia Bantah Keras!

Baku Tembak, 3 Warga Sipil Tewas dan Pesawat Dibakar di Ilaga Papua
Pesawat rusak yang dibakar oleh kelompok separatis dan teroris di Bandara Aminggaru, Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat 4 Juni 2021. (Pendam XVII/Cenderawasih)

Isu ini gegerkan Australia jelang pemilu, Kementerian Pertahanan RI tegaskan laporan soal pangkalan udara Rusia di Biak tidak benar.

KLIKSUMUT.COM | JAKARTA – Dunia internasional dihebohkan dengan laporan bahwa Rusia telah mengajukan permintaan kepada Indonesia untuk menempatkan pesawat Angkatan Udara Rusia (VKS) di Pangkalan Udara Manuhua, Biak, Papua. Informasi ini pertama kali diungkap oleh media pertahanan internasional Janes pada Senin (14/4/2025), mengutip sumber dari pemerintahan Indonesia.

Permintaan tersebut disebut-sebut muncul setelah pertemuan antara Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Sekretaris Dewan Keamanan Federasi Rusia Sergei Shoigu pada Februari 2025. Rusia dikabarkan ingin menempatkan beberapa pesawat jarak jauhnya di pangkalan udara yang berbagi landasan pacu dengan Bandara Frans Kaisiepo Biak.

BACA JUGA: Indonesia-Rusia Jajaki Kerja Sama Multisektor: Dari Investasi di KEK hingga Pembangunan PLTN

“Pangkalan udara tersebut terletak di Biak Numfor, Papua, dan saat ini digunakan oleh Skuadron Udara 27 TNI AU yang mengoperasikan pesawat pengintai CN235,” tulis Janes dalam laporannya.

Meski tidak dijelaskan berapa jumlah maupun jenis pesawat yang akan ditempatkan, diketahui bahwa VKS selama beberapa tahun terakhir telah mengajukan permintaan serupa untuk mendaratkan pesawat pembom Tupolev Tu-95 dan pesawat angkut Il-76 di lokasi tersebut.

Namun, laporan ini langsung dibantah tegas oleh Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

“Laporan tersebut salah,” tegas Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Frega Wenas. Ia menambahkan bahwa tidak ada pembahasan ataupun rencana penempatan armada Angkatan Udara Rusia di wilayah Indonesia.

Bikin Heboh Australia Jelang Pemilu

Isu sensitif ini rupanya langsung menjadi sorotan besar di Australia, bahkan mengguncang kampanye Pemilu Australia yang berlangsung pekan ini. Australian Broadcasting Corporation (ABC) melaporkan bahwa Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, telah menghubungi Sjafrie Sjamsoeddin untuk meminta klarifikasi.

“Dia (Menteri Sjafrie) telah mengatakan kepada saya dengan sejelas-jelasnya, laporan tentang pesawat Rusia yang akan berpangkalan di Indonesia sama sekali tidak benar,” ujar Marles.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese pun angkat bicara. Ia menyebut bahwa pemerintah Australia telah mengonfirmasi langsung dengan Indonesia mengenai isu tersebut. “Kami jelas tidak ingin melihat pengaruh Rusia di wilayah kami,” tegas Albanese.

Pernyataan ini muncul setelah pemimpin oposisi, Peter Dutton, menjadikan isu Rusia di Papua sebagai amunisi politik dalam kampanye. Lokasi Papua yang hanya berjarak 1.200 kilometer dari Darwin, tempat pasukan rotasi Korps Marinir AS bermarkas, menjadi sorotan utama.

BACA JUGA: Terima Kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Prabowo Sebut Putin sebagai Sahabat

Indonesia Tetap Netral, Kerja Sama Pertahanan dengan Australia Tetap Kuat

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menyatakan bahwa Indonesia adalah mitra penting dalam menjaga stabilitas keamanan regional. Ia menegaskan bahwa kedua negara telah menjalin kesepakatan kerja sama pertahanan yang erat sejak tahun lalu.

Sementara itu, pengamat pertahanan menyebut bahwa isu seperti ini mencerminkan pentingnya transparansi dan komunikasi strategis antara negara-negara tetangga di kawasan Indo-Pasifik. (KSC/CNBC)

Pos terkait