Dalam waktu dekat, tambahnya, jalan tol Binjai – Stabat akan dibuka dan berlanjut ke Tanjung Pura – Pangkalan Brandan hingga ke Langsa Aceh. “Kehadiran jalan tol ini potensi yang sangat baik buat kita khususnya untuk perkembangan wisata di Tangkahan. Maka, kita harus sudah mulai bersiap, jangan sampai terlambat. Buat peraturan desa terkait lahan, jangan nanti banyak orang dari luar yang membeli tanah akhirnya kita jadi penonton, jadi pembantu di rumah sendiri. Ini harus disiapkan,” ujar Ijeck.
Sementara itu, Kepala Bappeda Langkat Rina W Marpaung menambahkan ada tiga desa wisata yang ingin dikembangkan untuk pengembangan Tangkahan. Di antaranya Desa Sei Musam yang memiliki potensi wisata alam diantaranya pohon keramat/besar, water cannon, air panas glugur, air terjun 27 tingkat, madu, goa kelelawar dan lainnya.
Selanjutnya Desa Namo Sialang yang memiliki 10 hektare lahan kebun durian, kerajinan rotan, penangkaran gajah, pohon sakral, pemandiam air panas dan air terjun, kerajinan kriya dan rumbia, tanaman/kebun herbal, English Club dan lainnya. Terakhir Desa Sei Serdang dengan potensi wisata budaya Jaran Kepang, kebun tebu, kerajinan tepas dan lidi, Kuliner Khas Karo, kebun nanas dan lainnya.
“Konsep yang diterapkan di Tangkahan adalah ekowisata yang mengutamakan aspek konservasi alam, pembelajaran, partisipatif serta mendukung pemberdayaan sosial, budaya dan penggerak ekonomi masyarakat lokal. Skema Balkondes juga akan dilakukan dengan didampingi BUMN dan BUMS sekitar,” katanya.
Sekda Langkat Indra Salahuddin menambahkan pihaknya tengah memproses pembebasan lahan 2,5 hektare yang nantinya akan dijadikan area sarana dan prasarana untuk mendukung Pariwisata Tangkahan. “Lahan itu nanti akan dijadikan gapura, toilet, kios kuliner, tourism information center, taman bermain dan lainnya,” ujarnya.
BACA JUGA: Wagub Sumut Minta Perbaikan Infrastruktur, Tangkahan-Bukit Lawang Selesai 2022
Lanjutnya, untuk infrastruktur jalan di desa, pihaknya telah memerintahkan perangkat desa mengalokasikan anggaran desa untuk membangun jalan-jalan desa khususnya ke lokasi-lokasi wisata. “Masing-masing punya porsi, ketiga desa ini juga sudah kami sampaikan untuk mengalokasikan dana desanya ke pembangunan jalan-jalan kecil di dalam desa tersebut untuk menuju lokasi-lokasi wisata,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumut Doddy Taher menyampaikan pemerintah dan masyarakat harus serius, karena anggaran Rp268 miliar untuk pembangunan Pariwisata Langkat telah disetujui. “Saya minta keseriusan dari semua pihak, Pak Wagub ini gak main-main. Pemkab kasih pelatihan pendampingan untuk masyarakat agar lebih siap,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Bappeda Sumut Yosi Sukmono memaparkan rencana aksi pengembangan aksebilitas ruas jalan Tangkahan hingga rencana aksi wisata dengan konsep one stop destination.
“Ruas jalan Binjai – Bukit Lawang ada 5 kilometer lagi yang akan dibangun, sementara jalur alternatif Bukit Lawang – Tangkahan ada 13 kilometer dari total panjang jalan sekitar 23 kilometer dan ada sekitar 8 jembatan yang akan diperbaiki diantaranya jembatan Pulo Brayan. Sementara itu, dari Tanjung Pura – Titi Mangga ada sepanjang 20 kilometer, sehingga total keseluruhan ada sekitar 38 kilometer yang akan dibangun tahun 2022 ini,” tutupnya. (WL)








