PSMS Medan Tumbangkan Sriwijaya FC 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah di Liga II 2026

PSMS Medan Tumbangkan Sriwijaya FC 1-0, Laga Panas Diwarnai Dua Kartu Merah di Liga II 2026
Pertandingan panas tersaji dalam lanjutan Liga II Pegadaian Championship 2025/2026 saat PSMS Medan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumut, Minggu (19/4/2026) malam WIB.

KLIKSUMUT.COM | DELI SERDANG – Pertandingan panas tersaji dalam lanjutan Liga II Pegadaian Championship 2025/2026 saat PSMS Medan menjamu Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumut, Minggu (19/4/2026) malam WIB.

Tuan rumah yang dijuluki Ayam Kinantan sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0. Namun, laga ini jauh dari kata mudah karena diwarnai dua kartu merah dan tensi tinggi sepanjang pertandingan.

PSMS langsung mengejutkan tamu saat laga baru berjalan satu menit. Umpan matang Clayton berhasil dimanfaatkan Felipe menjadi gol cepat yang membakar semangat suporter tuan rumah.

Gol tersebut sempat membuka harapan pesta gol. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan tanpa tambahan gol.

Sriwijaya FC mencoba bangkit, tetapi lini serang mereka kesulitan menembus pertahanan PSMS. Pada menit ke-30, Fahrezi harus menerima kartu kuning.

Bacaan Lainnya

Petaka datang bagi PSMS menjelang turun minum. Pemain mereka, Antoni, diganjar kartu merah oleh wasit Subro Malisi pada menit ke-43 usai melakukan pelanggaran keras. PSMS pun harus bermain dengan 10 pemain.

Memasuki babak kedua, pelatih Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, melakukan tiga pergantian pemain untuk meningkatkan daya gedor.

Namun situasi berbalik setelah wasit meninjau VAR dan memberikan kartu merah kepada salah satu pemain Sriwijaya FC akibat pelanggaran keras. Kedua tim pun kembali bermain imbang dengan 10 pemain.

Meski unggul jumlah pemain dalam beberapa momen, PSMS justru tampil kurang percaya diri di babak kedua. Pelatih Eko Purdjianto mengakui timnya terlihat ragu untuk menambah gol.

BACA JUGA: PSMS Medan vs Sriwijaya FC: Misi Bangkit Ayam Kinantan di Kandang, Target 3 Poin Wajib!

“Di babak kedua, pemain terlihat takut mencetak gol. Tapi inilah sepak bola,” ujarnya.

Situasi semakin sulit setelah Adlin Cahya mengalami cedera dan harus ditandu keluar lapangan.

PSMS sebenarnya memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan. Rudi Yana mendapat dua kesempatan emas di menit ke-80 dan injury time, namun sundulan dan umpan silangnya gagal berbuah gol.

Di sisi lain, meski sudah dipastikan terdegradasi, Sriwijaya FC tetap menunjukkan semangat juang tinggi.

“Anak asuh saya sudah maksimal. Kami tidak manfaatkan keunggulan jumlah pemain di babak pertama. Selamat untuk PSMS,” ujar Iwan Setiawan.

Kemenangan ini membuat PSMS Medan kini mengoleksi 34 poin di Grup A dan menjaga peluang mereka tetap terbuka jelang dua laga terakhir.

Pelatih Eko Purdjianto menegaskan timnya akan tampil habis-habisan saat menghadapi Persiraja Banda Aceh dan Garudayaksa FC.

“Sisa dua laga berat, tapi kami akan all out untuk meraih poin penuh,” tegasnya.

Sementara itu, Sriwijaya FC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi setelah menjalani musim yang mengecewakan.

BACA JUGA: PSMS Medan Tumbang 0-1 dari Garudayaksa

Pertandingan ini menjadi bukti bahwa kompetisi Liga II tak pernah kehilangan drama. Mulai dari gol cepat, kartu merah, keputusan VAR, hingga peluang terbuang, semuanya tersaji dalam satu laga penuh emosi.

Perbincangan warganet pun ramai menyoroti keputusan wasit dan performa PSMS yang dinilai “takut menyerang” meski unggul situasi.

Kini, publik menanti apakah Ayam Kinantan mampu terbang lebih tinggi di dua laga pamungkas musim ini. (KSC)

Pos terkait