RUSIA | kliksumut.com – Sangat mengejutkan Presiden Rusia Vladimir Putin dengan tegas menyangkal klaim AS bahwa peretas Moskow dan Rusia melakukan serangan siber yang melemahkan perusahaan-perusahaan dan lembaga-lembaga pemerintah Amerika, termasuk menuntut tebusan jutaan dolar untuk memulihkan sistem operasi komputer perusahaan.
Dikutip kliksumut.com dari voaindonesia.com bahwa Putin dalam wawancara mengenai berbagai topik dengan NBC News menyangkal klaim itu sebagai “lelucon”. Pernyataannya itu disampaikan hanya beberapa hari menjelang pertemuan puncak Rabu dengan Presiden AS Joe Biden di Jenewa, di mana serangan siber diperkirakan akan menjadi poin utama pertikaian.
Baca juga: Rusia dan China Bersekutu, Perang Dunia Dimulai
Pada bulan April, Biden mengusir 10 diplomat Rusia dan memberlakukan sanksi baru terhadap enam perusahaan teknologi Rusia yang memberikan dukungan pada program siber yang dijalankan oleh dinas intelijen Rusia dan terkait dengan peretasan perusahaan teknologi informasi SolarWinds.
Pada bulan Mei, dua bisnis utama AS — Colonial Pipeline, yang mendistribusikan bahan bakar di AS bagian tenggara, dan perusahaan produksi daging JBS — menjadi sasaran serangan siber yang diyakini berasal dari Rusia. Baik Colonial maupun JBS membayar jutaan dolar tuntutan tebusan untuk memulihkan operasi bisnis mereka, meskipun aparat penegak hukum AS telah menyelamatkan sebagian dari uang yang dibayar oleh Colonial.
Baca juga: Kapal Perang Rusia Muncul, Buat Geger Amerika dan Dunia
Biden pada konferensi pers di Inggris di akhir KTT G-7 negara-negara industri terkemuka mengatakan ia “terbuka” dengan gagasan pertukaran tahanan, meskipun tampaknya meragukan ada penjahat di AS yang melakukan kejahatan terhadap Rusia.
Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan, kemudian mengatakan kepada para wartawan bahwa Biden “tidak mengatakan akan bertukar penjahat dunia maya dengan Rusia.” (voaindonesia.com)








