PLS-Penmas Unimed Tingkatkan Sinerginitas Pendidikan Masyarakat dalam Mendukung Merdeka Belajar Saat Pandemi

PLS-Penmas Unimed Tingkatkan Sinerginitas Pendidikan Masyarakat dalam Mendukung Merdeka Belajar Saat Pandemi
Virtual zoom meeting pada Selasa (25/5/2021), mengundang narasumber Jafaruddin Harahap, S.Pd., M.Si. (Ketua Ikatan Alumni Unimed dan juga Anggota DPRD Sumut bidang Pendidikan), Dr. Asep Saepudin, M.Pd. (Ketua Departemen Pendidikan Masyarakat UPI Bandung), dan Muhammad El Alawi, S.Pd. (Pendiri Dayung Ilmu Desa Perlis, Kab. Langkat) serta dimoderatori oleh Raras Firdarianti (HMJ PLS-Penmas Unimed).

Bahkan virtual ini juga hadir Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Sumatera Utara), Jafaruddin Harahap, S.Pd., M.Si menjelaskan bahwa webinar ini merupakan langkah-langkah positif dalam menghadapi persoalan pendidikan saat ini. Berkaitan situasi pendidikan saat ini, banyak persoalan berkaitan kepemimpinan, kebijakan dan situasi Covid-19 yang sedang jalani bersama.

“Kita harus melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasi persoalan tersebut. Proses pembelajaran harus terus dilakukan, jangan sampai anak-anak tidak memiliki kesempatan untuk belajar itulah makna sesungguhnya dari merdeka belajar. Dimasa pandemi saat ini, kesempatan untuk belajar semakin berkurang ditambah dengan perhatian orangtua yang kurang dan kondisi ekonomi yang melemah. Kebijakan yang diambil pemerintah dalam penanganan pendidikan masih belum bersinergi dengan daerah hal ini yang menjadi masalah. Kita selaku Ketua Umum Ikatan Alumni Unimed hanya bisa memberikan masukan dan saran kepada pemerintah, menuangkan pikiran-pikiran agar pendidikan berjalan dengan baik. Merdeka Belajar bagaimana memberikan kesempatan belajar kepada seluruh anak-anak di Indonesia,” bebernya.

Baca juga: Mahasiswa Unimed Bakal Dibekali Pengalaman Bekerja Nyata di Pegadaian

Sementara Muhammad El Alawi, S.Pd. menceritakan pengalamannya sebagai relawan pendidikan di Desa Perlis, Kab. Langkat. Desa Perlis merupakan desa pesisir yang terletak di Kecamatan Brandan Barat Kabupaten Langkat dengan luas wilayah 331 ha. Desa ini dipisahkan oleh sungai atau muara kecil sehingga segala aktivitas utama masyarakat ini menggunakan sampan atau perahu untuk menuju kota Pangkalan Brandan. Dia mengungkapkan Dayung Ilmu merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Non Formal yang bersifat Non Profit untuk Masyarakat Desa Perlis, dengan program unggulan Bimbel Gratis, Life Skill (Ngebatik Ceria), Seni Tari, Seni Musik (Nasyid), TBM/Perpustakaan Dayung Ilmu, Calistung, Teater dan lainnya. Pengembangan dan Pemberdayaan masyarakat merupakan solusi dalam mengentaskan permasalahan di masyarakat mulai dari kebutuhan pendidikan, ekonomi, sosial, kesehatan dan lainnya.

Dalam paparannya, Dr. Asep Saepudin, M.Pd. mengatakan ada enam kompetensi yang harus dimiliki di masa depan diantaranya kreatifitas, kolaborasi, kewarganegaraan, berpikiran kritis, berkarakter dan komunikasi yang baik. Pekerjaan di dunia saat ini tidak lagi mengutamakan kecerdasan intelektual aja namun juga kecerdasan emosional, bagaimana kemandiriannya, bisa bekerjasama, kegiagihannya dan lainnya.

“Tantangan Merdeka Belajar diantaranya Regulasi, Kesiapan Sumber Daya, dan merubah mindset yang sduah terbangun lama. Namun peluang juga menjadi terbuka luas seperti peningkatan kerjasama (kemitraan), terjadinya transfer ilmu, dan lulusan lebih berkarakter dan kompetitif,” tambahnya. (Ika)

Pos terkait