Performa Persebaya Menurun, Bernardo Soroti Minimnya Persaingan Skuat di BRI Super League

Performa Persebaya Menurun, Bernardo Soroti Minimnya Persaingan Skuat di BRI Super League
Pelatih Persebaya

KLIKSUMUT.COM | SURABAYA – Performa Persebaya Surabaya di ajang BRI Super League 2025/2026 tengah menjadi sorotan. Tim berjuluk Bajul Ijo itu harus rela turun ke posisi ke-7 klasemen sementara setelah mencatatkan tren negatif dalam lima pertandingan terakhir.

Dalam periode tersebut, Persebaya hanya mampu meraih satu kemenangan, sementara empat laga lainnya berakhir dengan hasil yang kurang memuaskan. Penurunan performa ini menjadi alarm serius bagi tim yang sebelumnya digadang-gadang sebagai kandidat kuat papan atas.

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengungkapkan bahwa menurunnya performa tim tidak lepas dari badai cedera yang melanda sejumlah pemain kunci. Kondisi ini berdampak langsung pada berkurangnya intensitas latihan serta menurunnya kualitas persaingan internal dalam skuat.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kompetisi sehat di dalam tim sangat penting untuk menjaga konsistensi performa pemain di lapangan.

“Hal-hal ini hanya dapat kita tingkatkan di masa depan jika kita memiliki persaingan di dalam skuat,” ujar Tavares, Sabtu, (28/3/2026).

BACA JUGA: Persebaya Surabaya Kalahkan PSM Makassar 1-0, Gali Freitas Jadi Pahlawan Bajul Ijo

Tavares menegaskan bahwa setiap pemain seharusnya merasa posisinya tidak aman jika tidak memberikan performa maksimal. Ia menekankan pentingnya dorongan kompetitif agar pemain selalu tampil 100 persen, baik dalam latihan maupun pertandingan

“Sangat penting bagi para pemain untuk merasa bahwa jika saya tidak melakukan 200% dalam latihan dan pertandingan, saya akan kehilangan tempat utama saya,” tegasnya.

Bacaan Lainnya

Namun situasi yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Banyaknya pemain yang absen membuat opsi rotasi menjadi terbatas. Hal ini membuat beberapa pemain nyaris tidak tergantikan, sehingga menurunkan tingkat kompetisi internal.

Dampak paling nyata terlihat di lini pertahanan. Absennya sejumlah pemain kunci membuat koordinasi tim menurun dan lini belakang menjadi lebih rentan ditembus lawan.

Selain itu, keterbatasan pemain juga membuat variasi strategi Persebaya menjadi minim. Hal ini menyulitkan tim untuk beradaptasi dengan berbagai situasi pertandingan.

BACA JUGA: Persebaya Surabaya Kalahkan Malut United 2-1 di Lanjutan Super League

“Jika kita memiliki banyak pemain cedera dan tidak cukup pemain untuk mengikuti kompetisi ini, maka akan sulit,” pungkas Tavares.

Dengan posisi yang kini berada di papan tengah, Persebaya Surabaya menghadapi tantangan berat untuk kembali ke jalur kemenangan. Pemulihan pemain cedera serta peningkatan kualitas persaingan di dalam tim menjadi kunci jika ingin bangkit di sisa musim.

Jika tidak segera berbenah, bukan tidak mungkin posisi Persebaya akan semakin merosot di klasemen BRI Super League 2025/2026. (KSC)

TIM REDAKSI

Pos terkait