EDITOR: Wali
KLIKSUMUT.COM | MEDAN – Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut membawa momen penuh haru dan kebanggaan bagi keluarga Marbun. Di tengah riuh rendah penonton, Saut Marbun tak bisa menahan air matanya saat menyaksikan anak bungsunya, Samuel Marbun, berlaga di Wushu Sanda kelas 65 kg. Doa tulus yang terucap dari bibir sang ayah sepanjang pertandingan akhirnya terjawab saat Samuel berhasil memenangkan pertarungan dan melaju ke babak final.
Dengan perasaan campur aduk, Saut Marbun berteriak penuh emosi, “Puji Tuhan, anak siapuddanku (anak paling kecil) masuk final!” Seruan tersebut menggema di Gedung Serbaguna Disporasu, Sabtu (14/9/2024), saat Saut berlari menghampiri Samuel yang baru saja keluar dari arena, didampingi saudara-saudaranya. Momen haru itu diiringi pelukan hangat dan air mata kebahagiaan.
BACA JUGA: Mantan Atlet Olimpiade Habib Nasution Hadir di PON 2024, Berikan Inspirasi pada Atlet Renang Muda
Anugerah bagi Sumatera Utara
Kemenangan Samuel menjadi kebanggaan tak hanya bagi keluarga, tetapi juga seluruh Sumatera Utara, sebagai tuan rumah PON kali ini. Saut Marbun tak mampu menyembunyikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian sang putra yang telah bekerja keras hingga berhasil mencapai babak final.
“Perasaan saya sangat bangga dan bersyukur, apalagi melihat Samuel dan rekan-rekannya bisa melaju sejauh ini. Ini hasil kerja keras, dukungan keluarga, dan tentu saja anugerah dari Tuhan. Harapan saya, di final nanti, Samuel bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Sumatera Utara di kancah nasional,” ujar Saut dengan penuh haru.
Samuel Marbun, Sang Pejuang Wushu
Di usia 23 tahun, Samuel Marbun sudah banyak mengukir prestasi di dunia Wushu. Sebagai anak bungsu dari enam bersaudara, Samuel telah memiliki jam terbang yang tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa ajang bergengsi yang pernah diikutinya termasuk kejuaraan di Cina, Kamboja, dan bahkan Amerika Serikat, di mana ia berhasil meraih juara tiga.
Di PON Papua sebelumnya, Samuel juga menorehkan prestasi gemilang dengan menempati posisi runner-up. Namun, kini, Samuel siap menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi di PON Aceh-Sumut ini, membawa harapan besar bagi keluarganya dan seluruh masyarakat Sumut.
Sejak menekuni Wushu sejak kelas 1 SMA, Samuel terus menunjukkan dedikasi dan kerja keras dalam mengasah kemampuannya. Boru Simatupang, ibunda Samuel, serta saudara-saudaranya, selalu memberikan dukungan penuh dalam setiap langkah yang diambil Samuel di dunia olahraga.
BACA JUGA: Atlet Renang Terbuka PON Sumut Matangkan Latihan di Danau Toba Jelang PON 2024
Samuel Marbun kini menjadi simbol kebanggaan, bukan hanya bagi keluarga Marbun, tetapi juga bagi seluruh warga Sumatera Utara. Semangat juangnya yang tinggi diharapkan mampu memberikan hasil maksimal di babak final, sekaligus mempersembahkan medali emas untuk Sumut.
Dengan doa dan harapan yang menyertai langkahnya, seluruh mata kini tertuju pada Samuel Marbun, sang pejuang Wushu, yang akan melangkah menuju panggung final dengan tekad dan semangat juara. Sumut berharap, Samuel akan kembali menorehkan sejarah dengan mengangkat tinggi nama daerahnya di kancah olahraga nasional. (KSC)








