“Kita juga menyiapkan bimbingan teknik (bimtek) untuk daerah yang E-Katalognya belum optimal baik dari jumlah etalase yang tampil maupun jumlah transaksinya. Ini barang baru, makanya perlu disosialisasikan. Kami juga mengapresiasi Pak Wali karena hari ini mengundang semua dinas terkait dengan E-Katalog ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution menyampaikan, tujuan kegiatan ini digelar untuk mengupgrade diri dalam mengemban tugas dan amanah yang telah diberikan. Sebab, apa yang sudah dilakukan sampai dengan saat ini berdampak kepada masyarakat.
BACA JUGA: Hasyim SE Minta Pemprovsu dan Pemko Medan Harus Perhatikan Anak-Anak Multitalenta/Berprestasi
Terkait itu, kata Bobby, Pemko Medan ingin berdiskusi dengan Kepala LKPP terkait pengadaan barang/jasa di E-Katalog. Dimana sebelumnya, ungkapnya, Kepala LKPP menjabat sebagai Bupati Banyuwangi. Selain persoalan e-katalog, imbuhnya, kegiatan juga diisi dengan diskusi terkait tata kelola pemerintahan.
“Seperti yang diketahui, Kabupaten Banyuwangi sampai dengan hari ini menjadi pemerintah daerah yang paling inovatif. Kita ingin belajar juga bagaimana mengelola tata pemerintahan bisa menjadi inovatif. Mudah-mudahan berdampak baik terhadap pengembangan dan penerapan inovasi-inovasi di Kota Medan. Serta semakin meningkatkan penggunaan E-Katalog kita. Apalagi Medan menjadi kota terbaik dengan hasil transaksi E-Katalog Lokal di Indonesia,” harapnya.
Selain Bobby Nasution dan Abdullah Azwar Anas, kegiatan juga dihadiri Bupati Serdang Bedagai (Sergai) H Darma Wijaya, Sekda Sergai HM Faisal Hasrimy, Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor SE, Sekda Kota Medan Wiriya Alrahman, pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan serta Camat se kota Medan. (Alian)








